Sate Kambing Masuk Daftar Jajanan Jalanan Terbaik Dunia Versi TasteAtlas

- Rabu, 13 Mei 2026 | 00:16 WIB
Sate Kambing Masuk Daftar Jajanan Jalanan Terbaik Dunia Versi TasteAtlas

TasteAtlas, situs ensiklopedia kuliner global, baru saja merilis daftar jajanan jalanan atau street food terbaik dunia pada edisi 15 April 2026. Dalam pemeringkatan tersebut, satu nama hidangan khas Indonesia berhasil mencuri perhatian, yakni sate kambing. Pengakuan ini menempatkan kuliner Nusantara di panggung gastronomi internasional, bersaing dengan hidangan jalanan dari berbagai negara.

Pemeringkatan yang dilakukan TasteAtlas bukanlah sekadar daftar biasa. Hasil akhir dari daftar ini merupakan kombinasi dari ulasan pengguna, penilaian kritikus makanan, pendapat para koki, serta riset mendalam yang dilakukan oleh tim editorial mereka. Dengan metodologi tersebut, setiap hidangan yang masuk dinilai berdasarkan kualitas rasa, keunikan, dan popularitasnya di kalangan pecinta kuliner global.

Salah satu hidangan yang masuk dalam daftar tersebut adalah Karantika dari Aljazair. Makanan ini memiliki nama yang berbeda tergantung daerahnya; di Aljir dikenal sebagai karantika, sementara di Maroko disebut caliente. Berasal dari pengaruh Spanyol pada masa kolonial, hidangan tradisional ini terbuat dari tepung kacang arab atau chickpea yang dicampur dengan air, minyak, garam, merica, dan telur. Hasilnya adalah cita rasa gurih yang dominan dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam, menyerupai isian custard.

Sementara itu, Yunani menyumbangkan Kontosouvli ke dalam daftar. Hidangan ini biasanya disajikan saat perayaan Paskah dan terbuat dari potongan besar daging babi yang direndam dalam campuran rempah-rempah. Setelah dimarinasi, daging tersebut ditusuk dan dimasak perlahan di atas alat pemanggang yang berputar. Perpaduan bawang putih, oregano, thyme, rosemary, paprika, minyak zaitun, anggur merah, dan lemon menghasilkan lapisan luar yang kaya rasa serta bagian dalam daging yang empuk.

Di sisi lain, Indonesia diwakili oleh sate kambing, hidangan tradisional yang menggunakan daging kambing sebagai bahan utama. Daging yang dipotong dadu dan dibumbui dengan aneka rempah membuat sate ini memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dari jenis sate lainnya. Biasanya, sate kambing disajikan dengan kuah kecap yang berisi irisan bawang merah, cabai, dan beberapa di antaranya ditambahkan lengkuas untuk memperkuat aroma.

Dari Meksiko, hadir Quesabirria yang menjadi ciri khas jajanan kaki lima negara tersebut. Hidangan ini merupakan perpaduan antara birria, semur daging tradisional Meksiko, dengan quesadilla. Quesabirria terdiri dari tortilla besar yang diisi dengan daging sapi dan keju leleh dalam porsi yang melimpah. Uniknya, makanan ini biasa disajikan dengan kaldu atau consome sebagai saus celup, memberikan cita rasa yang kuat dan kaya.

Terakhir, Mesir memperkenalkan Taameya, yang dikenal sebagai versi asli dari falafel. Berbeda dengan falafel yang menggunakan buncis, jajanan Mesir ini menggunakan kacang fava sebagai bahan utama. Meskipun asal-usul pastinya masih diperdebatkan, sebagian besar cendekiawan dan sejarawan sepakat bahwa taameya berakar dari masakan Mesir. Teksturnya yang lebih ringan, lebih lembut, dan lebih lembap dibandingkan falafel menjadi daya tarik utama. Di Mesir, gorengan ini sangat populer selama bulan Ramadhan, meskipun sebenarnya dapat dinikmati kapan saja.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar