Pasutri Terseret Arus Deras Saat Menjala Ikan di Gowa Ditemukan Tewas

- Senin, 11 Mei 2026 | 16:40 WIB
Pasutri Terseret Arus Deras Saat Menjala Ikan di Gowa Ditemukan Tewas

Tim SAR gabungan mengakhiri pencarian dua hari dengan menemukan pasangan suami istri yang dilaporkan terseret arus Sungai Buakkang di Dusun Kaluarrang, Desa Buakkang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian yang berlangsung sejak Minggu hingga Senin, 10–11 Mei 2026.

Korban diketahui bernama Kamuddin (58) dan Lami Dg Ngugi (57). Pasangan suami istri itu diduga terseret arus deras saat sedang menjala ikan di sungai pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Arif Anwar, menjelaskan bahwa korban pertama, Kamuddin, ditemukan oleh warga pada Minggu, 10 Mei 2026, pukul 13.20 WITA. Jasadnya masih terlilit jala ikan di aliran sungai.

“Korban pertama, Kamuddin, ditemukan oleh warga pada Minggu, 10 Mei 2026, pukul 13.20 WITA. Jasadnya ditemukan masih terlilit jala ikan di aliran sungai,” kata Arif, Senin, 11 Mei 2026.

Setelah penemuan itu, Tim Rescue Basarnas Makassar bersama unsur SAR gabungan segera melanjutkan pencarian terhadap korban kedua. Tim menyisir sepanjang aliran Sungai Buakkang untuk mencari keberadaan istri korban.

Pencarian intensif itu akhirnya membuahkan hasil pada Senin pagi. Korban kedua, Lami Dg Ngugi, ditemukan sekitar pukul 08.30 WITA dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban perempuan ditemukan meninggal dunia di aliran sungai, berjarak kurang lebih satu kilometer dari titik penemuan korban pertama,” ujarnya.

Menurut Arif, peristiwa nahas itu bermula saat kedua korban sedang menjala ikan di sungai. Namun, secara tiba-tiba debit air meningkat drastis akibat cuaca ekstrem di wilayah hulu sungai. Arus deras yang datang mendadak membuat kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya terseret aliran sungai. Kondisi sungai yang meluap juga sempat menyulitkan proses pencarian.

“Saat itu, cuaca ekstrem di wilayah hulu sungai memicu luapan debit air secara tiba-tiba hingga menyeret kedua korban,” katanya.

Setelah berhasil ditemukan, kedua korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Proses pencarian melibatkan Basarnas Makassar bersama unsur SAR gabungan dan warga setempat. Aparat juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi banjir mendadak saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika cuaca ekstrem.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar