Polisi Bongkar Gudang Penampungan 1.494 Motor Curian di Jakarta Selatan, Diekspor ke Tahiti dan Afrika

- Senin, 11 Mei 2026 | 14:35 WIB
Polisi Bongkar Gudang Penampungan 1.494 Motor Curian di Jakarta Selatan, Diekspor ke Tahiti dan Afrika

Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap praktik penadahan kendaraan bermotor hasil kejahatan dalam skala besar setelah membongkar sebuah gudang di Jalan Kemandoran VIII, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dari lokasi tersebut, polisi menetapkan seorang tersangka berinisial WS yang diketahui menjabat sebagai direktur perusahaan pengelola gudang itu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin menjelaskan bahwa WS berperan sejak tahap pembelian, penampungan, pengumpulan, hingga proses ekspor kendaraan ilegal. "Saat ini sudah menetapkan terhadap salah satu tersangka dengan inisial WS. Peran dari yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dari mulai beli, nampung, ngepul, sampai ekspor," ujarnya kepada wartawan di lokasi pada Senin (11/5/2026).

Dalam pengungkapan ini, tersangka diketahui dibantu oleh 18 orang lainnya. Sebanyak dua orang di antaranya berperan sebagai admin, sementara 16 orang lainnya terlibat dalam proses operasional di lapangan. Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami keterangan dari seluruh individu tersebut.

"Kami terus akan mengembangkan penegakan hukum atau pengungkapan tindak pidana ini pada jaringan baik itu penyedia kendaraan bermotornya, kemudian pengepulnya, maupun eksportirnya. Kami terus akan melakukan pendalaman terhadap jaringan ini, karena ini merupakan satu jaringan yang bersifat kolaboratif," jelas Iman.

Dari penggeledahan di gudang tersebut, polisi menyita sebanyak 1.494 unit sepeda motor ilegal. Sejumlah kendaraan di lokasi sudah dalam kondisi terbongkar untuk memudahkan proses pengiriman ke luar negeri. "Dimana tadi sudah disampaikan 957 unit kendaraan dalam kondisi utuh dan 537 unit kendaraan roda dua sudah dalam kondisi terbongkar," tambahnya.

Menurut keterangan polisi, kendaraan curian tersebut rencananya akan dikirim ke Kepulauan Tahiti dan negara Togo yang berada di benua Afrika. Proses pengiriman dilakukan dengan mempreteli bagian-bagian motor agar lebih efisien saat dimuat.

Sementara itu, di lokasi kejadian, garis polisi berwarna kuning telah terpasang mengelilingi area gudang. Ribuan motor dari berbagai merek dan warna terhampar di dalamnya. Sebagian kendaraan tampak masih baru dengan bungkusan plastik yang belum dibuka, sedangkan sebagian lainnya sudah usang dan tertutup debu. Suku cadang motor juga terlihat bertumpuk di beberapa sudut gudang, dan alat berat turut berada di lokasi untuk membantu proses penyelidikan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar