MILAN – Laga AC Milan versus Juventus di San Siro, Senin (27/4/2026) dini hari WIB, berakhir tanpa gol. Skor kacamata. Pertandingan giornata ke-34 Liga Italia 2025-2026 ini berjalan alot. Taktik mendominasi, bukan gol. Namun begitu, yang paling menarik perhatian justru terjadi setelah peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Milan, Massimiliano Allegri, tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Dan sasarannya? Christian Pulisic dan Rafael Leao. Dua pemain yang diharapkan jadi pembeda, malah dapat sorotan tajam.
Hasil imbang ini memperpanjang catatan buruk Milan. I Rossoneri gagal mencetak gol dalam enam pertemuan terakhir melawan Juventus di Serie A. Enam pertandingan tanpa satu pun gol. Sebuah ironi untuk tim sebesar Milan.
Di lapangan, duel berlangsung ketat. Kedua tim bermain dengan pendekatan yang sangat hati-hati. Milan, menurut pengamatan, lebih memilih bermain aman. Mereka ingin menjaga jarak dari Juventus di klasemen. Konsekuensinya? Tempo pertandingan jadi lambat. Minim risiko. Bahkan cenderung membosankan.
Peluang terbaik? Hanya satu. Alexis Saelemaekers melepaskan tembakan keras yang membentur mistar gawang. Sementara itu, gol Khephren Thuram dianulir offside, kata wasit. Itu saja.
Sekarang, soal Pulisic. Pemain asal Amerika Serikat itu kembali gagal mencetak gol. Bukan sekali, bukan dua kali. Ini sudah 16 laga beruntun tanpa gol. Angka yang menyamai catatan terburuknya saat masih di Chelsea pada 2022. Tekanan? Pasti ada.
Allegri mengakui situasi ini berdampak besar pada mental pemainnya.
“Christian adalah orang yang sangat sensitif dan situasi ini sangat memengaruhinya,” ujar Allegri kepada DAZN Italia.
Menurut Allegri, Pulisic kesulitan dalam duel fisik. Masalah lainnya? Tidak ada penyerang tengah murni yang bisa menjadi mitra duetnya di lini depan.
“Dia juga kesulitan dalam duel fisik dan kami tidak memiliki penyerang tengah. Saya harus menjaga keseimbangan tim karena ada target yang harus dicapai,” tuturnya.
Meski begitu, Allegri tetap percaya. Pulisic, katanya, masih akan memberikan kontribusi sebelum musim berakhir. Entah kapan, tapi dia yakin.
Di sisi lain, ada Rafael Leao. Performanya malam itu? Allegri memujinya. Dia bilang itu salah satu penampilan terbaik Leao musim ini.
“Saya pikir dia bermain bagus malam ini, ini salah satu performa terbaiknya musim ini,” katanya.
Tapi, Allegri tidak bisa menahan diri untuk menambahkan sesuatu. Sesuatu yang mungkin tidak ingin didengar Leao.
“Dia tidak akan pernah benar-benar konsisten. Dia memang seperti itu sejak dulu, bahkan empat atau lima tahun lalu,” tegasnya.
Kritik? Mungkin. Tapi Allegri juga mengakui Leao tetap memberi kontribusi penting. Membantu pertahanan. Menunjukkan sikap positif. Sepanjang laga, dia bekerja keras.
Menutup pernyataannya, Allegri menilai hasil imbang ini tetap menguntungkan Milan. Dalam perburuan tiket Liga Champions, setiap poin berharga. Milan masih bertahan di peringkat ketiga dengan 67 poin. Hanya tiga angka di depan Juventus di posisi keempat.
“Kami bisa puas dengan satu poin ini. Sekarang kami hanya membutuhkan enam poin lagi untuk mencapai target,” ucapnya.
Artikel Terkait
Polisi Tetapkan 13 Tersangka, KPAI Desak Daycare Little Aresha di Jogja Ditutup Permanen
Chelsea Kalahkan Leeds 1-0, Enzo Fernandez Bawa The Blues ke Final Piala FA
PGE dan UGM Kembangkan Pupuk Ramah Lingkungan Berbasis Panas Bumi untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Ledakan Bom Bunuh Diri di Rumah Dinas, Menteri Pertahanan Mali Tewas