Sopir Angkot Dibakar Hidup-Hidup Rekan Sesama Sopir di Jakpus, Pemicunya Masalah Antrean Ngetem

- Minggu, 26 April 2026 | 19:26 WIB
Sopir Angkot Dibakar Hidup-Hidup Rekan Sesama Sopir di Jakpus, Pemicunya Masalah Antrean Ngetem
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa manusia yang natural, sesuai dengan instruksi yang diberikan:

Seorang sopir angkot berinisial S (52) harus menderita luka bakar di 40 persen tubuhnya. Bukan karena kecelakaan, melainkan dibakar hidup-hidup di dalam mobilnya sendiri. Pelakunya? Rekan sesama sopir, inisial P (38). Peristiwa mengerikan itu terjadi di Jalan Kiai Haji Mas Mansyur, Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Luka bakarnya 40 persen. Area sebarannya di kuping, lengan kiri, pinggang, dan paha kiri," jelas Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo saat dihubungi, Minggu (26/4/2026).

Kondisi korban saat ini masih cukup kritis. Ia tengah menjalani transfusi darah. Soalnya, kadar hemoglobinnya rendah. Rencananya, besok tim dokter bedah akan melakukan operasi pengangkatan jaringan kulit yang terbakar.

"Hari ini transfusi HB dulu. Besok operasi," tambah Dhimas singkat.

Polisi sendiri sudah memeriksa empat orang saksi untuk mengusut kasus ini. Sementara itu, pelaku P masih buron. Tim di lapangan masih memburu yang bersangkutan.

"Empat saksi sudah diperiksa. Untuk pelaku, petugas masih melakukan pencarian," ucapnya.

Lantas, apa yang memicu aksi biadab ini? Ternyata, cuma masalah antrean ngetem.

Peristiwa berawal pada Sabtu (25/4) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban sedang mendapat giliran ngetem. Tiba-tiba, pelaku datang dan menyela antrean dengan angkotnya. Korban pun menegur. Teguran itulah yang membuat P naik pitam.

"Korban sedang dapat giliran ngetem sewa angkot. Pelaku kemudian menyela antrean," kata Kapolsek.

Tak terima ditegur, P awalnya pergi begitu saja. Mobilnya melanjutkan laju, lalu memutar lewat Gang Awaludin. Tapi, dia balik lagi ke Jalan KH Mas Mansyur. Begitu sampai di dekat korban, tanpa basa-basi, dia menyiramkan bensin.

"Pelaku langsung menyiramkan bensin mengenai tubuh korban di dalam angkot dan dinyalakan dengan korek," jelas Dhimas.

Akibatnya, api langsung membesar. Tubuh korban dan angkot ikut terbakar. Beruntung, korban masih bisa selamat meski dengan luka parah. Namun, trauma pasti membekas. Bukan hanya karena luka bakar, tapi juga karena dikhianati teman sendiri hanya soal antrean.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar