Meski sudah berusaha menyesuaikan diri, platform game Roblox dinilai belum sepenuhnya patuh pada aturan perlindungan anak di Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam sebuah jumpa pers di kantornya, Selasa lalu.
Inti masalahnya masih sama: celah bagi anak-anak untuk berkomunikasi dengan orang asing. Pemerintah mengakui Roblox telah melakukan pembaruan, termasuk meluncurkan fitur "Roblox Kids". Namun begitu, penyesuaian itu dianggap belum cukup.
Menurut sejumlah saksi dan pengujian, dalam fitur khusus anak-anak itu, potensi interaksi dengan orang tak dikenal masih mungkin terjadi. Ini menjadi titik kritisnya.
"Kami masih menemukan bahwa adjustment tersebut masih membolehkan ada komunikasi atau chat dengan orang tak dikenal," tegas Meutya.
Dia menyebut celah itu sebagai "loophole" yang berisiko. Alhasil, proposal komitmen kepatuhan dari Roblox belum bisa diterima pemerintah. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang.
Artikel Terkait
Mantan Kepala BAIS TNI: Pernyataan Menjatuhkan Prabowo Bangkitkan Sensor Intelijen
Menteri Haji Tegaskan Negosiasi Tarif Penerbangan 2026, Batasi Kenaikan Rp1,7 Triliun
Bank Mega Syariah Raup Dana Rp709 Miliar dan 5.600 Rekening Baru di Ramadan 2026
Pemerintah Siap Tanggung Kenaikan Biaya Penerbangan Haji 2026