Perundingan AS-Iran: Kemajuan Dicapai, Tapi Jalan Masih Panjang
WASHINGTON Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan final. Namun, menurut pejabat AS, pertemuan itu tidak bisa serta-merta disebut gagal total. Ada sejumlah kemajuan yang berhasil dicapai, meski isu-isu krusial masih menganga.
Wakil Presiden AS JD Vance mengakui hal itu. Dalam wawancara dengan Fox News, Selasa (14/4/2026), ia berusaha menampilkan sisi positif dari perundingan yang alot tersebut.
Vance mengatakan demikian, meski enggan merinci poin-poin kemajuan yang dimaksud.
Di sisi lain, hambatan terbesar masih sama: program pengayaan uranium Iran. Posisi AS jelas, ingin mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir. Presiden Donald Trump pun telah berulang kali menegaskan hal itu. Yang diinginkan Washington sederhana sekaligus sulit: menarik semua uranium yang telah diperkaya dari Iran.
Artikel Terkait
Prabowo Temui Macron di Paris Usai Pertemuan Maraton dengan Putin di Moskow
AS dan Indonesia Resmikan Kemitraan Pertahanan Strategis Major Defense Cooperation Partnership
Harga BBM Pertamina April 2026 Tak Berubah, Berlaku Mulai 14 April
Merdeka Gold Amankan Kredit Sindikasi USD150 Juta dari Konsorsium Bank