Suasana di Jalur Gaza kembali memanas Senin (6/4) lalu. Padahal, gencatan senjata seharusnya masih berlaku. Namun begitu, serangan udara Israel mengguncang kawasan dekat sebuah sekolah yang kini dipenuhi pengungsi Palestina. Akibatnya, sedikitnya sepuluh nyawa melayang.
Tak hanya itu, sejumlah orang juga mengalami luka-luka. Serangan ini seperti bayang-bayang gelap yang mengancam kesepakatan gencatan senjata yang rapuh, didukung penuh oleh sekutu dekat Israel, Amerika Serikat.
Menurut sejumlah saksi dan petugas medis di lokasi, situasi sudah mulai tegang sebelum pesawat-pesawat itu datang. Bentrokan pecah antara warga Palestina dan anggota milisi yang didukung Israel. Lokasinya di sebelah timur kamp pengungsi Maghazi, di bagian tengah Gaza.
Konon, milisi pro-Israel itu awalnya menyerbu sekolah dalam upaya penculikan.
Artikel Terkait
Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus, Ungkap Luka Terbesar Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia
Pertamina Siapkan Strategi Lima Pilar Hadapi Gejolak Energi Global 2026
Bank Dunia Soroti Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Ginandjar Kartasasmita: Kunci Pulihkan Rupiah Bukan Cetak Uang, Tapi Kepercayaan