Rasa duka dan hormat setinggi-tingginya disampaikan pemerintah untuk sang prajurit yang gugur. Farizal disebut telah menunjukkan dedikasi luar biasa bagi perdamaian internasional. Pikiran dan doa juga disertakan untuk keluarga yang ditinggalkan, serta harapan untuk kesembuhan cepat bagi yang terluka.
Soal langkah selanjutnya, Kemlu RI memastikan akan bekerja sama dengan UNIFIL. Kerja sama itu mencakup pemulangan jenazah secepat mungkin dan pemberian perawatan medis terbaik bagi prajurit yang cedera.
Pernyataan Kemlu juga menekankan prinsip penting. Keselamatan personel penjaga perdamaian PBB, kata mereka, harus dihormati sepenuhnya sesuai hukum internasional. Tindakan apa pun yang membahayakan mereka dinilai tak bisa diterima dan justru merusak upaya menjaga stabilitas.
Tak berhenti di situ, pemerintah secara tegas mengecam tindakan Israel. Seruan dikeluarkan agar semua pihak menghormati kedaulatan Lebanon. Mereka juga mendesak penghentian serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur. Jalan satu-satunya adalah kembali ke meja dialog dan diplomasi untuk mencegah situasi makin runyam.
"Koordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait akan terus dijalin," pungkas pernyataan itu. Mereka berjanji akan memantau perkembangan situasi dengan saksama.
Artikel Terkait
Stok Beras Pemerintah Capai Rekor 4,3 Juta Ton, Harga Terkendali
Pemerintah Belum Ubah Batas Harga Tiket Pesawat Meski Tekanan Biaya Operasional Meningkat
Komnas HAM Kaji Berbagai Opsi Penanganan Kasus Penyiranan Aktivis KontraS
Prabowo Undang Pengusaha Jepang Tingkatkan Investasi di Indonesia