Arus Balik Pemudik Padati Pelabuhan Ketapang, Antrean Truk Tembus 12 Jam

- Minggu, 29 Maret 2026 | 11:45 WIB
Arus Balik Pemudik Padati Pelabuhan Ketapang, Antrean Truk Tembus 12 Jam

Minggu pagi itu, Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi sudah riuh. Tanggal 29 Maret 2026, arus balik pemudik benar-benar membludak. Kawasan pelabuhan yang biasanya sudah ramai, kali ini dipadati oleh lautan kendaraan. Mayoritas adalah pemudik yang naik sepeda motor, tapi mobil pribadi juga tak kalah banyaknya, memenuhi setiap sudut yang tersisa.

Sejak pukul delapan pagi, gelombang pemudik terus berdatangan tanpa henti. Mereka datang dari dua arah: dari selatan seperti Jember, dan dari utara seperti Situbondo. Ratusan sepeda motor memenuhi pintu tol otomatis khusus, antreannya panjang sekali. Tak cuma di situ, area parkir utama pelabuhan pun penuh sesak. Bahkan jalur masuk menuju dermaga sudah dipadati mobil-mobil yang menunggu giliran naik kapal.

Pemudik sepeda motor menumpuk di tolgate sepeda motor Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Minggu (29/3/2026) ANTARA/Novi Husdinariyanto

Di tengah kemacetan itu, ada cerita dari para pemudik. Seperti Sri Rahayu, warga Lumajang, yang memilih pulang ke Bali hari itu juga.

"Besok anak sudah harus sekolah, dan saya juga harus kerja. Makanya saya berangkat sekarang," ujarnya saat antre di parkiran utama Pelabuhan Ketapang.

Perjalanan menuju pelabuhan ternyata tidak mudah. Sri mengaku perlu waktu hampir dua jam hanya untuk menempuh jarak 1,2 kilometer dari SPBU Farly Ketapang. Kendaraannya diarahkan memutar lewat jalan lingkar.

"Katanya sih biar nggak tambah macet di jalan arteri depan pelabuhan. Ya sudah, kami ikuti saja," jelasnya.

Kondisi padat dan cuaca yang terik rupanya cukup menguras tenaga. Menurut laporan, petugas kesehatan sempat bergerak cepat menolong seorang pemudik asal Genteng, Banyuwangi, yang nyaris pingsan di dalam mobilnya. Dibantu anggota TNI, pemudik itu segera dibawa ke posko kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan.

Di sisi lain, kemacetan parah juga dialami oleh puluhan truk logistik. Sejak dini hari, mereka sudah mengantre untuk menyeberang ke Gilimanuk, Bali. Tertahan sampai 12 jam! Namun, sekitar pukul sepuluh pagi, situasi mulai berangsur membaik. Antrean truk yang panjang itu perlahan terurai, dan mereka akhirnya bisa bergerak menuju kapal penyeberangan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags