tuturnya.
Fokus manajemen saat ini sederhana: menyelesaikan hambatan di lapangan agar peningkatan produksi bisa segera dimulai. "Ya tantangan teknis, lebih banyak tantangan teknis. Tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat 2-3 minggu ke depan kita sudah mulai bisa produksi di situ dan akan mulai ramp up," tambah Tony.
Sebagai Sekjen Indonesia Mining Association (IMA), Tony punya perspektif lain. Ia menekankan bahwa kebijakan perusahaan lebih berfokus pada hal-hal operasional yang bisa mereka kendalikan sendiri. Bukan cuma mengejar laba, yang sangat rentan dengan gejolak harga komoditas di pasar global.
"Pendapatannya kalau pendapatan itu kan tergantung dengan harganya. Tapi kan kita rencana produksinya, kami selalu merencanakan yang bisa kami kendalikan. Kalau harga kan bukan kita yang mengendalikan,"
katanya menegaskan.
Maka, prioritas utama adalah pengendalian produksi dan efisiensi operasional. Itulah kunci untuk menjaga keberlangsungan tambang emas dan tembaga terbesar di Indonesia ini. "Jadi kita kendalikan yang kita bisa kendalikan adalah produksi dan lain sebagainya, operasional, itu yang kita punya target. Bukan target keuntungan," pungkas dia.
Artikel Terkait
Menhub Fokuskan Strategi Antisipasi Lonjakan Arus Balik 2026 di Bakauheni
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 51.015 Penumpang Tiba di Jakarta dalam Sehari
124 Perusahaan Angkutan Baru Kena Sanksi karena Langgar Larangan Truk Saat Mudik
Lebaran 2026: 2 Juta Kendaraan Sudah Keluar Jabotabek, Trans Jawa Jadi Primadona