Di tengah hiruk-pikuk San Jose, California, Nvidia kembali membuat gebrakan. Dalam ajang tahunan GTC Conference pekan ini, raksasa chip asal AS itu memamerkan sederet inovasi terbaru di bidang kecerdasan buatan. Tidak tanggung-tanggung, rangkaian produk baru ini mencakup lini teknologi grafis, infrastruktur komputasi, hingga perangkat lunak.
Yang langsung mencuri perhatian adalah teknologi rendering grafis anyar bernama DLSS 5. Menurut Jensen Huang, sang pendiri dan CEO, teknologi ini mampu mendongkrak realisme gambar secara signifikan. Kabar baiknya, beban komputasi justru jadi lebih ringan.
Lalu, apa sih istimewanya DLSS 5? Intinya, sistem ini merupakan lompatan besar. Alih-alih hanya mengandalkan data grafis 3D konvensional, DLSS 5 memadukannya dengan model AI generatif. Hasilnya? AI bisa memprediksi dan secara otomatis mengisi detail visual yang biasanya hilang. Proses ini memungkinkan GPU menghasilkan gambar yang jauh lebih kaya dan hidup.
Huang sendiri tampak sangat antusias. Dalam presentasinya, dia menyebut momen ini sangat bersejarah.
"Dua puluh lima tahun setelah NVIDIA menciptakan shader yang dapat diprogram, kami kembali menciptakan grafis komputer," katanya.
Dia bahkan tak segan menyamakannya dengan revolusi di dunia bahasa.
Artikel Terkait
Bank Raya Siapkan Layanan 24 Jam dan Tarik Tunai Tanpa Kartu untuk Libur Panjang 2026
Bus Tabrak Pikap Mogok di Tol Pejagan-Pemalang, 1 Tewas dan 33 Luka-luka
Bapanas Klaim Stok Daging Nasional Aman Tiga Kali Lipat Jelang Lebaran
Kemenhub Siap Beri Sanksi Tegas untuk OTA yang Main-Main dengan Tarif