“Artinya asing masih percaya ke kita,” tegasnya.
“Yang domestik aja nggak percaya Pak. Terus kalau kita lihat, ya bukan domestik aja. Pengamat domestik yang nggak percaya.”
Di sisi lain, kepercayaan investor global ini ternyata punya bukti yang lebih konkret: arus modal. Memang ada aliran keluar dari SBN sekitar Rp0,7 triliun di bulan Maret. Tapi angka itu tertutupi oleh masuknya dana yang jauh lebih besar di instrumen lain. SRBI Bank Indonesia, contohnya, berhasil menarik Rp2,2 triliun. Pasar saham juga tak ketinggalan, dengan inflow yang mencapai Rp2,2 triliun.
“Jadi setelah goncang-goncang-goncang, di Maret sepertinya masih masuk ke sini Pak,” papar Purbaya.
“Artinya mereka percaya betul bahwa fondasi kita bagus. Ini kalau investor-investor yang asli seperti ini Pak, karena mereka taruh uang.”
Intinya, melalui penjelasan ini Purbaya berusaha meluruskan persepsi. Fundamental ekonomi Indonesia, dalam pandangannya, tetap resilien. Sentimen geopolitik global tidak serta-merta menghancurkan, terutama bagi para pelaku pasar yang benar-benar menanamkan modalnya secara riil di dalam negeri. Guncangan ada, tapi ketahanan kita, katanya, masih solid.
Artikel Terkait
Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman dan Program Intervensi Berlanjut hingga Lebaran
OJK Sempurnakan Aturan Keuangan Berkelanjutan untuk Perkuat Tata Kelola ESG
Satlantas Bekasi Tutup 30 Titik Putar Balik di Jalur Pantura untuk Antisipasi Macet Mudik
Megawati Kirim Surat Pribadi ke Pemimpin Tertinggi Iran, Soroti Warisan Bung Karno