Nah, terkait penugasan Indonesia yang ditunjuk sebagai Wakil Komandan ISF, Sugiono punya penjelasan lain. Ia membantah keras jika keputusan ini ada kaitannya dengan status hubungan diplomatik dengan Israel. Pokoknya tidak. Mandat ISF, tegasnya, murni untuk menjaga perdamaian dan tidak lebih dari itu.
“Karena ini kan bukan kaitannya dengan pengakuan atau ada tidaknya hubungan diplomatik. Ini adalah pasukan yang mendapatkan mandat untuk menjaga perdamaian, terdiri dari berbagai unsur yang tugasnya intinya adalah menjaga situasi,” ungkapnya.
Memang, dalam aturan main ISF, setiap negara kontributor diberi ruang untuk menyampaikan batasan atau National Caveat. Indonesia sudah menyampaikannya. Dan batasan itu jelas sekali.
“National Caveat kita juga sudah kita sampaikan ke ISF, kalau kita tidak melakukan operasi militer, kemudian kita tidak melakukan pelucutan senjata, kita tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi,” ujar Sugiono menegaskan.
Jadi, intinya semua sudah dibicarakan dari hulu. Palestina paham. Batasan Indonesia juga jelas. Sekarang tinggal eksekusi di lapangan.
Artikel Terkait
Danantara Jelaskan Alasan Mayoritas Operator PLTSa Berasal dari China
Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus, Ungkap Luka Terbesar Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia
Pertamina Siapkan Strategi Lima Pilar Hadapi Gejolak Energi Global 2026
Bank Dunia Soroti Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global