Operasi militer besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat berakhir dengan penangkapan Nicolas Maduro. Peristiwa dramatis itu terjadi pada Sabtu lalu, tanggal 3 Januari 2026. Tak butuh waktu lama, Presiden Donald Trump langsung menyoroti apa yang tampaknya menjadi tujuan utamanya: minyak Venezuela.
Dalam wawancara seusai penangkapan, Trump tak menyembunyikan ambisinya. Suaranya terdengar penuh keyakinan.
Begitu katanya, seperti dilaporkan kantor berita AFP. Isyaratnya jelas. AS berniat menguasai sumber daya energi negara Amerika Selatan itu.
Namun begitu, minyak bukan satu-satunya hal yang dipusingkan Trump. Soal kepemimpinan Venezuela ke depan juga jadi perhatiannya. Ia menegaskan Washington akan ikut campur menentukan siapa yang nantinya memegang tampuk pemerintahan.
Artikel Terkait
Harmoni hingga Mangga Besar: Lalu Lintas Bakal Dialihkan Selama 8 Bulan Awal 2026
Vietnam Buka Piala Asia U-23 dengan Kemenangan Telak, Saksikan Seluruh Aksi di VISION+
Iran Berduka: 36 Tewas dalam Gelombang Protes Terbesar Sejak 2022
Prabowo Tegaskan Swasembada Beras, Fokus Beralih ke Jagung dan Telur