Kabar baik datang dari utara perbatasan. Meksiko dan Kanada akhirnya terhindar dari ancaman tarif global baru Amerika Serikat yang sempat digaungkan. Putusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini membatalkan kewenangan Donald Trump untuk mengenakan tarif lebih tinggi, memaksa Gedung Putih mengubah haluan. Alih-alih tarif khusus yang sebelumnya mengancam, kini AS menerapkan skema tarif global sebesar 10 persen. Namun, ada pengecualian penting.
Produk-produk yang memenuhi syarat perjanjian perdagangan USMCA (United States-Mexico-Canada Agreement) dibebaskan dari tarif 10 persen itu. Padahal, sebelumnya, barang yang tak memenuhi kriteria USMCA bakal dihantam tarif jauh lebih berat: 25 persen untuk Meksiko dan 35 persen untuk Kanada. Perubahan ini jelas meredakan ketegangan.
Bagi sektor-sektor kunci seperti otomotif dan energi di kawasan Amerika Utara, keputusan ini ibarat angin segar. Arus minyak dan komponen manufaktur strategis antarnegara bisa tetap lancar, tanpa harus khawatir dengan lonjakan biaya yang tiba-tiba. Kelancaran rantai pasok tampaknya masih bisa terjaga, setidaknya untuk saat ini.
Namun begitu, kelegaan ini terasa sementara. Di balik layar, Trump dikabarkan mempertanyakan urgensi perjanjian USMCA itu sendiri. Hal ini tentu memicu spekulasi luas. Apakah perjanjian perdagangan trilateral itu akan bertahan dalam bentuknya yang sekarang, atau justru menuju perubahan drastis?
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Pemotongan Gaji Pejabat Masih Wacana, Belum Diputuskan
Bank Indonesia Siap Setor Sisa Surplus Rp40 Triliun ke Pemerintah
Said Didu Klarifikasi Polemik EO Sarang Korupsi: Targetnya Oknum Pejabat, Bukan Pelaku Profesional
SKK Migas Targetkan Dua Pabrik LPG Baru Beroperasi April Ini