MURIANETWORK.COM - Umat Muslim di Indonesia memasuki hari kedua atau ketiga Ramadan 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Februari 2026. Dalam menjalankan ibadah puasa, terdapat anjuran agama untuk menyegerakan berbuka ketika waktu magrib tiba, sebuah sunah yang membawa keberkahan. Artikel ini mengulas dalil anjuran tersebut, dilengkapi dengan jadwal waktu salat, termasuk buka puasa, untuk wilayah Makassar serta doa yang dianjurkan saat berbuka.
Keutamaan Menyegerakan Buka Puasa
Dalam tradisi ibadah Ramadan, momentum berbuka puasa selalu dinanti. Anjuran untuk tidak menunda-nunda waktu berbuka ini bukan sekadar tradisi, melainkan berlandaskan pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Rasulullah SAW memberikan tuntunan yang jelas mengenai hal ini.
لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ وَأَخَّرُوا السَّحُوْرَ (رواه أحمد)
Melalui sabdanya, Rasulullah menegaskan, “Umatku senantiasa mendapatkan limpahan kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan makan sahur.” Praktik ini, yang menggabungkan ketepatan waktu dengan hikmah kesehatan, telah menjadi pedoman umat Islam selama berabad-abad.
Jadwal Waktu Salat dan Buka Puasa Makassar
Mengingat waktu magrib yang menjadi penanda berbuka puasa berbeda-beda di setiap daerah, penting bagi jamaah untuk merujuk pada jadwal setempat. Berikut adalah jadwal waktu salat untuk Kota Makassar pada tanggal tersebut, yang dapat dijadikan panduan dalam mengatur waktu ibadah dan aktivitas sahur.
| Waktu Salat | Jam |
|---|---|
| Imsak | 04:42 |
| Subuh | 04:52 |
| Terbit | 06:03 |
| Duha | 06:31 |
| Zuhur | 12:20 |
| Asar | 15:30 |
| Magrib (Buka Puasa) | 18:27 |
| Isya | 19:36 |
Doa yang Dianjurkan Saat Berbuka
Selain menyegerakan, melafalkan doa saat berbuka adalah bagian yang melengkapi kesempurnaan ibadah. Merujuk pada riwayat yang sahih dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW membaca doa tertentu ketika memulai berbuka puasa.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى.
Dalam transliterasi latin, doa tersebut berbunyi: Dzahabaẓ-ẓama’u wabtallatil-‘urūqu wa tsabatal-ajru in syā’aLlâhu ta‘âlâ.
Makna doa ini begitu dalam, mengungkapkan rasa syukur atas terpenuhinya kebutuhan jasmani dan rohani. Doa tersebut bermakna, “Telah hilang rasa dahaga, urat-urat tubuh telah kembali basah, dan pahala pun ditetapkan, insyaallah Ta’ala.” (HR. Abu Dawud). Membacanya dengan penuh penghayatan menjadi penutup yang sempurna bagi sebuah hari yang dijalani dengan penuh kesabaran dan keimanan.
Artikel Terkait
Manajer Persija Akui Persaingan Ketat di Puncak Klasemen Super League
Cak Imin Lantik Jajaran Baru Direksi dan Dewas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
Pengiriman Perdana Pipa Dimulai, Proyek Gas Dusem Rp6,5 Triliun Masuki Fase Konstruksi Intensif
Indonesia Ditunjuk sebagai Wakil Komandan Pasukan Penjaga Perdamaian Internasional di Gaza