Banjir 70 Sentimeter Rendam Pondok Karya, Warga Rentan Dievakuasi

- Jumat, 20 Februari 2026 | 13:30 WIB
Banjir 70 Sentimeter Rendam Pondok Karya, Warga Rentan Dievakuasi

MURIANETWORK.COM - Banjir kembali melanda kawasan Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/2/2026). Genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter memaksa aparat gabungan melakukan evakuasi warga, terutama kelompok rentan, serta mengamankan harta benda mereka. Kejadian ini dipicu oleh hujan deras di Jakarta dan kiriman air dari hulu Sungai Ciliwung di Bogor.

Evakuasi Terfokus pada Kelompok Rentan

Sejak pagi hari, suasana di Jalan Pondok Karya berubah menjadi lautan genangan. Menanggapi kondisi tersebut, sebanyak 15 personel SAR dari Ditpolairud Polda Metro Jaya segera dikerahkan ke lokasi. Operasi penyelamatan difokuskan untuk membantu warga yang paling membutuhkan pertolongan segera.

Dirpolairud Polda Metro Jaya, Kombes Mustofa, menegaskan prioritas timnya di lapangan. "Memberikan evakuasi terhadap wanita, anak-anak, lansia, serta kepada warga yang sakit," jelasnya.

Bantuan Multifungsi dan Kerja Sama Aparat

Selain menyelamatkan jiwa, petugas juga sigap mengamankan aset warga. Puluhan sepeda motor dievakuasi untuk mencegah kerusakan akibat terendam air. Bantuan juga diberikan secara lebih luas, termasuk mengantar warga yang hendak beraktivitas seperti bekerja atau melaksanakan ibadah salat Jumat.

Upaya penanganan ini melibatkan kerja sama erat antar unit. Polsek Mampang Prapatan turun langsung untuk memperkuat tim di titik terdampak.

Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol Wahid Key, memaparkan langkah yang diambil jajarannya. "Personel Polsek Mampang bersama personel yang diperbantukan melakukan pemantauan dan evakuasi warga di lokasi permukiman yang tergenang air pasca-hujan lebat semalam," ungkapnya.

Penggunaan Perahu dalam Operasi Penyelamatan

Dokumentasi dari lokasi menunjukkan skala operasi yang dilakukan. Untuk menjangkau wilayah yang tergenang lebih dalam, petugas memanfaatkan perahu karet dan skiff boat. Alat transportasi air ini menjadi ujung tombak untuk membawa warga serta barang-barang berharga mereka menuju titik yang lebih aman, menggambarkan respons yang cepat dan terorganisir dari pihak berwenang dalam menghadapi bencana tahunan ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags