Pelatih Arema Ingatkan Laga Derby Jatim: Trauma Kanjuruhan Tak Boleh Terulang

- Kamis, 20 November 2025 | 08:18 WIB
Pelatih Arema Ingatkan Laga Derby Jatim: Trauma Kanjuruhan Tak Boleh Terulang

Derby Jawa Timur antara Persebaya Surabaya dan Arema FC memang akan digelar. Tapi, jangan salah, trauma Tragedi Kanjuruhan masih membekas begitu dalam. Rasanya tak mungkin terlupakan begitu saja.

Di Stadion GBT Surabaya, Sabtu (22/11) nanti, kedua tim akan kembali berjumpa. Kalau kita ingat-ingat, pertemuan mereka di Stadion Kanjuruhan pada Oktober 2022 silam berakhir dengan duka yang mendalam. Tragedi itu merenggut 135 nyawa.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, tampaknya sangat menyadari betapa luka itu masih segar. Ia punya pesan khusus buat para pemain dan Aremania. "Saya minta tolong Aremania dukung Arema dengan baik dan sabar, karena ini derby juga," ujar Santos usai latihan di Stadion Gajayana, Malang, Rabu pagi (19/11).

Bagi pelatih asal Brasil itu, peristiwa memilukan tiga tahun lalu harus jadi pelajaran berharga. Ia mendorong semua pihak untuk lebih dewasa. Rivalitas, katanya, cuma berlangsung selama 90 menit di lapangan. Di luar itu, semuanya harus kembali normal.

Santos yakin, kalau Aremania bisa mendukung dengan sabar, pemain pasti akan bekerja lebih keras di lapangan. "Saya yakin dengan menjaga itu tidak terulang lagi kejadian Tragedi Kanjuruhan beberapa tahun lalu," tegasnya.

Sebagai pengingat, tragedi itu bermula dari aksi beberapa oknum Aremania yang nekat masuk lapangan setelah Arema kalah 2-3 dari Persebaya. Situasi makin runyam karena penanganan kepolisian yang dinilai keliru. Gas air mata ditembakkan ke arah tribun penonton.

Akibatnya, penonton yang panik berdesakan mencari jalan keluar. Korban jiwa berjatuhan. Tak cuma 135 orang yang meninggal, sekitar 6 ribu penonton lainnya juga mengalami luka-luka, mulai dari ringan sampai berat.

Nah, Santos juga sudah mengingatkan anak asuhnya agar tak mudah terbawa emosi. Apalagi, Arema FC tercatat sebagai tim dengan koleksi kartu merah terbanyak di Super League. Kartu merah, jelasnya, cuma akan merugikan tim sendiri.

"Derby Jatim itu memang sulit baik bagi Arema maupun Persebaya," ucap Santos. "Tapi pemain sudah siap mental, saya sudah kasih tahu taktik dan caranya."

Menurut dia, selain fokus dan mengendalikan emosi, faktor mental sangat krusial dalam laga derbi seperti ini. Kalau ketiganya bisa dijaga, taktik yang sudah disusun punya peluang besar untuk berjalan mulus.

"Mental pemain sudah siap," katanya dengan yakin. "Saya mengingatkan pemain agar tidak dapat kartu merah. Dari latihan, mereka sudah mulai fokus untuk lawan Persebaya. Saya yakin dapat tiga poin dan Arema naik lagi di atas. Karena Aremania butuh lihat Arema di atas."

Soal performa, kedua tim sebenarnya sedang tidak dalam kondisi terbaik. Persebaya, misalnya. Dari lima laga terakhir, mereka cuma menang sekali. Tiga kali imbang, dan sekali kalah.

Bajul Ijo kini ada di posisi 8 klasemen sementara dengan 15 poin. Di sisi lain, Arema juga baru saja menelan kekalahan kandang dari Persija Jakarta.

Dari lima pertandingan terakhir, tim John Alfarizi cs meraih dua kemenangan, dua imbang, dan sekali kalah. Singo Edan mengumpulkan 15 poin juga, tapi berada satu strip di bawah Persebaya, yaitu di posisi 9.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar