Rute penerbangannya hari itu dari Bandara Long Bawan menuju Tarakan. Lepas landas pukul 12.10 WITA, dengan estimasi tiba di Tarakan sekitar pukul 13.15 WITA. Muatannya adalah BBM Pertamina.
Namun begitu, perjalanan itu berakhir tragis. Pilot sempat memberi kabar ke petugas ATC Tarakan tentang perkiraan waktu pesawat melintas Abeam Malinau. Tapi hanya empat menit setelah laporan itu, atau tepatnya pukul 12.20 WITA, sinyal darurat ELT dari pesawat sudah diterima. Itu pertanda buruk.
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki. Pesawat hanya mengangkut satu orang crew, yaitu pilot. Informasi paling menyedihkan datang kemudian.
“Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia,” papar Lukman.
Kini, fokus beralih pada proses penyelidikan untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di udara Nunukan siang itu.
Artikel Terkait
Razia Truk 2026: 26 Persen Kendaraan Barang Masih Langgar Aturan, Target Zero ODOL 2027 Terancam
Lebih dari 10,7 Juta Wajib Pajak Laporkan SPT Tahunan 2025
Harga Solar di Kamboja Melonjak 110% Akibat Konflik Timur Tengah
Pemerintah Saudi Perketat Pengawasan, Indonesia Ingatkan Waspada Modus Haji Ilegal