Data terbaru dari Ditjen Pajak per 18 Februari 2026 menunjukkan, lebih dari 2,9 juta Wajib Pajak sudah melaporkan SPT Tahunan mereka untuk tahun pajak 2025. Angkanya tepatnya 2.906.662 laporan. Trennya positif, terutama dari kalangan orang pribadi.
Menurut Inge Diana Rismawanti, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, partisipasi masyarakat terus meningkat.
“Progres pelaporan SPT Tahunan PPh untuk periode s.d. 18 Februari 2026 (Tahun Pajak 2025), tercatat 2.906.662,”
Begitu penjelasan Inge dalam rilis resmi yang dikutip Kamis lalu. Kalau dirinci, mayoritas pelapor ternyata adalah karyawan. Dari total tadi, WP Orang Pribadi Karyawan menyumbang 2.552.771 laporan. Sementara WP OP Non-Karyawan ada 270.960 laporan, dan WP Badan menyusul dengan 82.931 laporan ini mencakup yang menggunakan mata uang Rupiah maupun dolar AS.
Nah, selain yang tahun bukunya reguler Januari-Desember, DJP juga mencatat 610 laporan dari badan usaha yang tahun bukunya berbeda. Proses untuk kelompok ini sudah berjalan sejak Agustus tahun lalu.
Di sisi lain, dorongan digitalisasi lewat Coretax juga menunjukkan hasil yang signifikan. Hingga saat ini, aktivasi akun Coretax secara nasional sudah dilakukan oleh hampir 13,9 juta wajib pajak.
"Jumlah wajib pajak yang telah melakukan aktivasi akun Coretax DJP mencapai 13.924.414,"
kata Inge lagi. Dominasinya jelas ada di Wajib Pajak Orang Pribadi, dengan rincian 12.942.290 akun. Untuk WP Badan ada 892.396 akun, diikuti Instansi Pemerintah (89.503 akun), dan WP Perdagangan Melalui Sistem Elektronik atau PMSE sebanyak 225 akun.
Menjelang batas akhir pelaporan 31 Maret untuk orang pribadi dan 30 April untuk badan DJP kembali mengingatkan. Himbauannya sederhana: jangan menunda. Lapor lebih awal bisa menghindari kepadatan sistem di menit-menit terakhir. Lagipula, siapa sih yang suka antre atau deg-degan karena koneksi error?
Artikel Terkait
KKP Prediksi Produksi Perikanan Tangkap Turun pada Awal 2026 Akibat Cuaca
Prabowo dan Trump Tandatangani Perjanjian Dagang AS-Indonesia di Washington
Ekspor Otomotif Korea Selatan Melonjak 21% di Awal 2026, Didorong Mobil Ramah Lingkungan
AS Siapkan Kekuatan Tempur di Timur Tengah, Serangan ke Iran Berpotensi Segera