Pendapatan Anthropic di India Melonjak Dua Kali Lipat dalam Empat Bulan

- Selasa, 17 Februari 2026 | 02:30 WIB
Pendapatan Anthropic di India Melonjak Dua Kali Lipat dalam Empat Bulan

Dampak dan Kekhawatiran di Industri Lokal

Namun, laju adopsi AI generatif yang begitu cepat tidak datang tanpa gejolak. Peluncuran Claude Cowork, agen AI yang dirancang untuk membantu tugas profesional, sempat memicu gelombang kekhawatiran. Plugin yang diluncurkan pada Januari tersebut mampu mengotomatisasi sejumlah tugas, yang berimbas pada aksi jual massal saham-saham perangkat lunak di pasar global.

Di India, kekhawatiran serupa muncul. Industri layanan teknologi informasi (TI) negara itu, yang bernilai ratusan miliar dolar, mulai merasa dampaknya. Hingga Februari, dilaporkan terjadi penyusutan kapitalisasi pasar yang signifikan pada perusahaan-perusahaan eksportir perangkat lunak India, mencapai lebih dari USD 47 miliar. Fenomena ini memicu diskusi tentang bagaimana industri TI tradisional harus beradaptasi di era otomasi berbasis AI.

Jalinan Kemitraan Strategis

Di tengah dinamika tersebut, Anthropic aktif membangun kemitraan strategis dengan berbagai perusahaan besar dan startup di India. Kerja sama ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap solusi yang ditawarkan.

Maskapai nasional Air India, misalnya, memanfaatkan Claude Code untuk mempercepat pengembangan perangkat lunak internal dan mengintegrasikan teknologi AI berbasis agen dalam operasionalnya. Di sisi lain, perusahaan IT global Cognizant menerapkan Claude untuk memodernisasi sistem warisan (legacy system) yang dimilikinya.

Tak hanya korporasi besar, Anthropic juga menjalin kolaborasi dengan berbagai startup India yang bergerak di sektor-sektor spesifik seperti hukum, pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Pengumuman berbagai kemitraan ini bertepatan dengan rencana kehadiran CEO Dario Amodei dalam India AI Impact Summit pekan ini, yang semakin menegaskan komitmen perusahaan terhadap pasar India.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar