Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara tegas melarang kegiatan 'sahur on the road' atau SOTR selama Ramadan nanti. Alasannya jelas: kegiatan semacam itu rawan memicu keributan bahkan tawuran. Prioritas utama Pemprov saat ini adalah menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi semua warga di bulan suci.
“Pokoknya hal yang menimbulkan kerawanan, keributan, saya nggak izinkan,” ujar Pramono dengan nada tegas.
“Tetapi kalau menimbulkan kenyamanan, nanti saya izinkan,” tambahnya.
Pernyataan itu disampaikannya usai meresmikan sebuah gedung gereja di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu lalu. Menurutnya, penilaian akan dilakukan secara kasus per kasus. Sahur bersama yang tertib dan tidak mengganggu mungkin masih bisa ditolerir. Namun begitu, jika di lapangan berubah menjadi konvoi kendaraan liar atau ajang berkelahi, ya tindakan tegas pasti akan diambil. Semuanya dilihat dari dampak langsungnya.
Di sisi lain, Pramono juga menyoroti isu lain yang kerap muncul setiap Ramadan. Ia secara khusus melarang organisasi kemasyarakatan atau ormas untuk melakukan sweeping ke berbagai rumah makan.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp75.000, Buyback Melonjak Rp110.000
Aplikasi X Lumpuh Total, Ribuan Pengguna Global Terdampak
Harga Referensi Ekspor CPO Naik 5,5% Jadi USD989,63 per Ton
Dua Bocah Berblangkon Deg-degan Saat Serahkan Bunga untuk Presiden Prabowo di Seoul