Rapat terbatas di Istana Merdeka, Kamis lalu, membahas masa depan sektor perikanan kita. Dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, rapat itu menggariskan peran penting sebuah BUMN baru: PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero). Perusahaan ini, hasil transformasi PT Virama Karya, bakal jadi ujung tombak.
Tugasnya jelas: memperkuat sektor perikanan nasional dari hulu ke hilir. Usai rapat, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menjelaskan lebih detail. Menurutnya, program kampung nelayan akan jadi bagian inti dari ekosistem yang dikelola Agrinas Jaladri.
Dia melanjutkan, fokus Jaladri nanti adalah mendongkrak produktivitas industri perikanan. Tapi rencananya tak sekadar membangun fisik kampung nelayan saja. Aspek bisnisnya harus matang, termasuk menyiapkan penampung atau offtaker untuk hasil tangkapan para nelayan. Tanpa itu, program bisa mentok.
Di sisi lain, Dony menekankan bahwa pengembangan tak hanya berhenti di situ. “Jaladri nanti tidak hanya akan mengembangkan di sisi hulunya, tetapi juga hilirnya,” katanya. Artinya, industri turunan dari perikanan juga akan digarap secara masif. Imbasnya, lapangan kerja baru diprediksi bakal terbuka sangat luas.
Artikel Terkait
Indeks Bisnis-27 Anjlok 1,37%, AMRT dan BBCA Tekan Pasar
Bank Raya Luncurkan Pinang Flexi, Solusi Kredit Digital untuk Kebutuhan Pascalebaran
Polisi Imbau Warga Antisipasi Macet Parah di Sekitar GBK Sore Ini Jelang Final Timnas
Analis Proyeksikan Pergerakan IHSG Sideways di Pekan Perdagangan Singkat