Kassam Stadium, Rabu dini hari, menyaksikan sebuah hasil yang pahit bagi para pendukung Oxford United. Tim tuan rumah dibantai Norwich City dengan skor telak 0-3. Tiga gol Norwich, yang semuanya dicetak oleh Mohamed Toure di menit-menit awal babak (1', 19', dan 47'), seolah mengubur semangat The Ox sejak awal laga. Mereka terlihat tak berdaya, kesulitan menciptakan ancaman serius hingga wasit meniup peluit panjang.
Kekalahan ini semakin memperburuk catatan buruk Oxford. Mereka kini terperosok di posisi 23 klasemen, zona degradasi, dengan hanya 28 poin dari 32 laga. Sudah empat pertandingan beruntun mereka gagal meraih kemenangan.
Di ruang konferensi pers usai laga, aura kekecewaan terpancar jelas dari raut Matt Bloomfield. Pelatih berusia 42 tahun itu tak mencari-cari kambing hitam. Dia justru mengulurkan tangannya, mengakui kesalahan dan mengambil tanggung jawab penuh atas performa buruk anak asuhnya.
"Ini sangat mengecewakan," ujar Bloomfield, suaranya terdengar berat. "Kami melakukan kesalahan malam ini. Saya yang melakukan kesalahan. Saya bertanggung jawab penuh atas ini. Kami sudah berusaha bermain sekeras mungkin, tapi gol pertama itu... menghancurkan kami. Sangat mengecewakan."
Bloomfield juga menyayangkan sifat dari gol-gol yang kemasukan. Menurutnya, seharusnya bisa dihindari. "Ketiga gol itu, dari sudut pandang kami, sebenarnya bisa dicegah. Tapi sekali lagi, saya yang bertanggung jawab," tambahnya tegas.
Namun begitu, ada satu alasan yang dia kemukakan. Bukan sebagai pembenaran, tapi lebih sebagai penjelasan atas penampilan lembab yang diperlihatkan Ole Romeny dan kawan-kawan. Bloomfield menyoroti jadwal padat yang harus dihadapi skuadnya dalam sepuluh hari terakhir.
"Kami punya skema permainan yang bagus sebenarnya. Tapi saya rasa kami terlihat lelah malam ini," bebernya. "Empat pertandingan dalam sepuluh hari itu berat. Di akhir laga, kelelahan itu bukan hanya fisik, tapi juga secara emosional terasa. Kami kehabisan bensin."
Jadwal yang mencekik itu, rupanya, berbuah performa di bawah standar. Kelelahan akut menjadi dalih utama di balik kekalahan telak di kandang sendiri tersebut. Pertanyaan besarnya kini, bagaimana Bloomfield memulihkan kondisi fisik dan mental timnya untuk menyambut laga-laga krusial penyelamatannya dari jurang degradasi.
Artikel Terkait
Menteri Sosial Tegaskan Tidak Ada Pengurangan Anggaran dan Penerima BPJS-PBI
Presiden Prabowo Hadiri Rapat Perdana Dewan Perdamaian Trump dan Tandatangani Perjanjian Tarif di AS
BTPS Cetak Laba Bersih Rp1,2 Triliun di 2025, Didukung Kualitas Pembiayaan dan Model Pendampingan
Konten Lokal Indonesia Setara K-Drama, Pacu Geliat Streaming Asia Tenggara