Pertamina resmi membentuk Sub Holding Downstream. Ini langkah korporasi besar yang menyatukan tiga anak usahanya Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping di bawah satu atap. Tujuannya jelas: memaksimalkan kinerja di sektor hilir.
Sebelumnya, operasional di sektor itu dijalankan terpisah oleh ketiga perusahaan tersebut. Kini, dengan integrasi ini, harapannya pasokan BBM untuk masyarakat bisa lebih terjamin.
Menurut Komaidi Notonegoro dari ReforMiner Institute, langkah ini sudah seharusnya mendorong optimalisasi.
"Tentu kita harapkan agar integrasi ini mampu meningkatkan optimalisasi operasional hilir migas, sehingga dapat lebih menjamin pasokan BBM, yang pada akhirnya turut berperan dalam memperkuat ketahanan energi nasional," ujarnya.
Logikanya sederhana. Ketika semuanya dalam satu rumah, koordinasi jadi lebih lincah. Prosedur yang dulu berbelit, bisa dipangkas. Ambil contoh, saat Patra Niaga butuh minyak dari Arab dengan tenggat ketat.
"Maka, PPN tinggal memerintahkan atau berkomunikasi saja dengan kapal (PIS), karena satu atap. Jadi lebih sederhana," jelas Komaidi.
Begitu juga kalau ada indikasi kelangkaan BBM di suatu daerah. Sub Holding Downstream tinggal memetakan, ambil suplai dari kilang mana yang paling cepat. Urusan pengangkutan pun dipastikan lebih gesit. Tak perlu lagi kontrak atau surat-menyurat antar lembaga yang makan waktu.
Di sisi lain, Komaidi meyakini, proses yang lebih sederhana ini akan mempercepat pengadaan dan distribusi, baik BBM maupun Elpiji. Ini tentu jadi modal penting bagi Pertamina, terutama dalam menghadapi tantangan seperti Satgas Ramadhan dan Idulfitri tahun depan.
"Dengan integrasi, harusnya lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi Satgas Rafi Pertamina bisa dikatakan selalu berhasil dan konsumen selalu memberikan apresiasi," tambahnya.
Pembentukan subholding ini sendiri resmi dilakukan pada 1 Februari 2026. Pertamina menyebut langkah ini diambil setelah melalui evaluasi mendalam dan membandingkannya dengan praktik serupa di perusahaan minyak global.
Intinya, mereka ingin lebih andal, lincah, dan kompetitif. Dan dengan menyatukan tiga pilar utamanya, harapan itu bukan mustahil untuk diwujudkan.
Artikel Terkait
Direktur Dana Syariah Indonesia Janji Kembalikan 100 Persen Dana Lender di Hadapan Penyidik
Menkumham Soroti Royalti YouTube RI Cuma 0,7 Dolar, Jauh di Bawah Singapura
Menkumham Tegaskan Royalti Musik Hanya untuk Pelaku Usaha Komersial
Mobil Hangus Terbakar di Tol Purbaleunyi, Empat Penumpang Selamat