MURIANETWORK.COM - Harga sejumlah komoditas pangan pokok justru mengalami penurunan signifikan menjelang Ramadan 2026. Data terbaru Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Minggu (8/2/2026) menunjukkan tren penurunan harga yang meluas, mulai dari beras, cabai, hingga daging sapi, meski ada beberapa jenis yang mengalami kenaikan. Kondisi ini memberikan angin segar bagi masyarakat dalam menyiapkan kebutuhan bulan suci.
Beras dan Bahan Pokok Lainnya Turun
Pada pekan terakhir sebelum Ramadan, harga beras di berbagai segmen umumnya bergerak turun. Beras premium, misalnya, tercatat Rp15.418 per kilogram, turun 1,47 persen dari pekan sebelumnya. Penurunan serupa juga terlihat pada beras medium dan beras SPHP. Namun, di tengah tren penurunan ini, beras khusus lokal justru naik 2,10 persen menjadi Rp16.016 per kg.
Penurunan harga tidak hanya terjadi pada beras. Komoditas pangan lain seperti jagung, kedelai impor, bawang merah, dan bawang putih juga mengalami koreksi. Bawang merah turun hampir 5 persen, sementara bawang putih turun lebih dari 3 persen. Hal ini tentu menjadi kabar baik mengingat kedua bumbu dapur ini merupakan komponen penting dalam berbagai hidangan khas Ramadan.
Cabai dan Protein Hewani Ikut Terkoreksi
Kelompok komoditas yang kerap fluktuatif, seperti cabai, justru menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam. Cabai merah besar mengalami penurunan terbesar, yaitu 8,75 persen menjadi Rp35.241 per kg. Cabai merah keriting dan cabai rawit merah juga turun masing-masing 5,11 persen dan 1,36 persen.
Di sisi protein hewani, harga daging sapi murni dan daging ayam ras tercatat lebih terjangkau. Daging sapi turun 0,88 persen, sedangkan daging ayam ras turun lebih dari 2 persen. Harga telur ayam ras juga mengalami penurunan sebesar 1,71 persen. Sementara untuk komoditas ikan, pergerakannya beragam. Ikan kembung dan tongkol naik tipis, sementara harga ikan bandeng justru turun lebih dari 3 persen.
Minyak Goreng, Gula, dan Tepung Turun
Bahan pokok pendukung lainnya juga menunjukkan pergerakan positif dari sisi harga. Minyak goreng, baik dalam kemasan maupun curah, mengalami penurunan. Demikian pula dengan Minyakita yang turun 2,04 persen. Harga gula konsumsi dan tepung terigu, baik curah maupun kemasan, juga tercatat lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya. Penurunan harga pada kelompok bahan ini dapat meringankan beban pembuatan aneka kue dan hidangan untuk berbuka puasa.
Meski sebagian besar harga bergerak turun, pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa stabilitas ini perlu terus dipantau. Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya mengingatkan bahwa permintaan yang melonjak tajam pada hari-hari terakhir jelang Ramadan dan selama lebaran masih berpotensi mempengaruhi harga pasar. Namun, kondisi pekan ini setidaknya memberikan awal yang positif bagi ketahanan pangan masyarakat menyambut bulan suci.
Artikel Terkait
BRI Salurkan Rp16,16 Triliun KPR Subsidi untuk Lebih dari 118 Ribu Debitur
Imlek Nasional 2026 Usung Tema Harmoni Imlek Nusantara, Fokus pada Gerakan Sosial Berkelanjutan
Pelatih Iran: Gelar Juara Futsal Asia 2026 adalah Kemenangan Tersulit di Tengah Duka Negeri
Menpora Apresiasi Runner-up Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia 2026