Kelompok komoditas yang kerap fluktuatif, seperti cabai, justru menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam. Cabai merah besar mengalami penurunan terbesar, yaitu 8,75 persen menjadi Rp35.241 per kg. Cabai merah keriting dan cabai rawit merah juga turun masing-masing 5,11 persen dan 1,36 persen.
Di sisi protein hewani, harga daging sapi murni dan daging ayam ras tercatat lebih terjangkau. Daging sapi turun 0,88 persen, sedangkan daging ayam ras turun lebih dari 2 persen. Harga telur ayam ras juga mengalami penurunan sebesar 1,71 persen. Sementara untuk komoditas ikan, pergerakannya beragam. Ikan kembung dan tongkol naik tipis, sementara harga ikan bandeng justru turun lebih dari 3 persen.
Minyak Goreng, Gula, dan Tepung Turun
Bahan pokok pendukung lainnya juga menunjukkan pergerakan positif dari sisi harga. Minyak goreng, baik dalam kemasan maupun curah, mengalami penurunan. Demikian pula dengan Minyakita yang turun 2,04 persen. Harga gula konsumsi dan tepung terigu, baik curah maupun kemasan, juga tercatat lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya. Penurunan harga pada kelompok bahan ini dapat meringankan beban pembuatan aneka kue dan hidangan untuk berbuka puasa.
Meski sebagian besar harga bergerak turun, pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa stabilitas ini perlu terus dipantau. Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya mengingatkan bahwa permintaan yang melonjak tajam pada hari-hari terakhir jelang Ramadan dan selama lebaran masih berpotensi mempengaruhi harga pasar. Namun, kondisi pekan ini setidaknya memberikan awal yang positif bagi ketahanan pangan masyarakat menyambut bulan suci.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026 Masih Padat, Kedatangan di Stasiun Jakarta Capai 52.896 Penumpang
KPK: 94 Ribu Pejabat Belum Lapor LHKPN, Batas Akhir 31 Maret 2026
Upaya Pencurian Motor Gagal di Kos Makassar Berkat Kehadiran Pemilik
Harga Bawang dan Beras Naik, Cabai Merah Turun Drastis di Pasar Tradisional