Serangan Drone RSF Tewaskan 24 Warga Sipil, Termasuk 8 Anak, di Kordofan Utara

- Minggu, 08 Februari 2026 | 08:40 WIB
Serangan Drone RSF Tewaskan 24 Warga Sipil, Termasuk 8 Anak, di Kordofan Utara

Akibatnya, truk-truk bantuan hangus terbakar dan logistik kemanusiaan musnah. Brown menegaskan, serangan semacam ini jelas menghambat upaya menyelamatkan warga yang terancam kelaparan dan terusir dari rumah mereka. Sepekan sebelumnya, insiden serupa sudah terjadi di dekat fasilitas WFP di Provinsi Blue Nile, yang melukai seorang pekerja organisasi tersebut.

Lantas, siapa yang bertanggung jawab? Kelompok Emergency Lawyers secara tegas menyalahkan RSF. Sementara Jaringan Dokter Sudan menyebut serangan ini sebagai pelanggaran berat hukum humaniter internasional yang berpotensi digolongkan sebagai kejahatan perang.

Kecaman pun berdatangan dari berbagai penjuru dunia. Massad Boulos, pejabat AS untuk urusan Afrika dan Arab, menyatakan penghancuran bantuan pangan dan pembunuhan pekerja kemanusiaan adalah tindakan yang tak bisa ditolerir. Inggris dan Arab Saudi juga menyuarakan kutukan keras mereka atas serangan drone RSF yang menyasar warga sipil, konvoi bantuan, hingga fasilitas kesehatan di Sudan.

Perang saudara yang meledak sejak April 2023 ini memang telah meninggalkan luka yang dalam. Lebih dari 40.000 orang tewas, memicu krisis kemanusiaan terbesar di dunia saat ini. Laporan terbaru memperingatkan ancaman kelaparan yang kian meluas. Jutaan anak dan perempuan diprediksi berisiko mengalami malnutrisi akut pada 2026. Sayangnya, di tengah semua penderitaan ini, konflik masih sama sekali tak menunjukkan tanda-tanda akan reda.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar