MURIANETWORK.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi bahwa proyek vital normalisasi Sungai Ciliwung telah memasuki tahap eksekusi. Proyek yang sempat mangkrak sejak 2017 ini ditargetkan segera memasuki fase pembangunan fisik tanggul pada Maret mendatang, setelah proses pembebasan lahan yang disebutnya hampir rampung.
Pembebasan Lahan Berjalan Lancar
Pramono Anung menyatakan, tahap awal normalisasi sungai yang menjadi urat nadi pengendalian banjir Jakarta itu telah dimulai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara langsung menangani proses pembebasan lahan, yang dilaporkan berjalan tanpa hambatan berarti dari warga. Hingga saat ini, terdapat 14 penetapan lokasi (penlok) yang telah diselesaikan.
"Seperti yang saya sampaikan, normalisasi Ciliwung kita sudah mulai. Pembebasan lahannya sudah hampir selesai," ucap Pramono saat ditemui di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).
Menuju Fase Pembangunan Tanggul
Dengan penyelesaian pembebasan lahan, proyek strategis ini akan segera berlanjut ke tahap konstruksi. Pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum, akan mengambil alih untuk membangun tanggul-tanggul penahan banjir. Gubernur berharap pekerjaan fisik dapat segera dimulai dalam waktu dekat.
"Jadi semua ada 14 penlok (penetapan lokasi) yang sudah saya tanda tangani dan sudah dilakukan pembebasan lahan. Mungkin hari Jumat besok saya bersama Bapak Nusron, Pak Menteri ATR/BPN akan melakukan seremoni untuk itu," tuturnya.
Ia juga menjelaskan mekanisme penandaan lahan yang telah dibayar, sebagai bentuk transparansi proses. "Supaya semua yang dibebaskan sudah selesai dan kemarin di Bidara Cina, di Cawang dan sebagainya kan sudah kita kasih tanda, yang kuning belum dibayar, yang merah sudah dibayar," sambungnya.
Berdasarkan penjelasannya, target untuk memulai pembangunan struktur sungai cukup ambisius. "Sehingga dengan demikian mudah-mudahan bulan Maret sudah mulai dibuat tanggul oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PU yang tanggung jawab," pungkas Pramono.
Signifikansi Normalisasi Ciliwung
Proyek ini bukan sekadar pekerjaan infrastruktur biasa. Normalisasi Ciliwung merupakan bagian krusial dari strategi jangka menengah untuk mengatasi banjir tahunan yang kerap melanda Ibu Kota. Penghentian proyek sejak tujuh tahun lalu membuat upaya penanggulangan banjir seperti kehilangan salah satu pilarnya.
"Normalisasi Sungai Ciliwung ini adalah bagian untuk mengatasi banjir jangka menengah yang ada di Jakarta. Ini sempat terhenti sejak 2017 dan sekarang kita lanjutkan kembali," jelas Pramono dalam kesempatan tinjauan lapangan sebelumnya di Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026).
Pentingnya proyek ini semakin terlihat dari kontribusi Sungai Ciliwung terhadap sistem drainase Jakarta. Dari belasan sungai yang melintasi wilayah ibu kota, hampir separuh aktivitas aliran air terkonsentrasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Fakta ini mempertegas urgensi penanganannya.
"Ciliwung ini hampir 40 persen aktivitas sungai yang ada di Jakarta. Maka normalisasi Ciliwung menjadi sangat penting," tegas Gubernur.
Keberhasilan melanjutkan dan menyelesaikan normalisasi ini akan menjadi ujian nyata bagi koordinasi pemerintah daerah dan pusat, sekaligus menjadi penanda kemajuan dalam mitigasi bencana banjir yang telah lama menjadi momok bagi warga Jakarta.
Artikel Terkait
Kecelakaan di Tol Jagorawi Diduga Akibat Pengemudi Kantuk, Dua Orang Luka Ringan
PBB Soroti Sinergi AI dan Ilmu Sosial untuk Kesetaraan Gender di Bidang Sains
Pemerintah Siapkan Skema Rusun Subsidi Kolaboratif dengan Danantara
Ketua Dewan Pers Dorong Google Segera Bahas Hak Penerbit di Indonesia