Kementerian PU Laporkan 82 Persen Sistem Air Bersih Pascabencana Sumatera Telah Pulih

- Minggu, 08 Februari 2026 | 02:15 WIB
Kementerian PU Laporkan 82 Persen Sistem Air Bersih Pascabencana Sumatera Telah Pulih

Adapun di Sumatera Utara, kemajuan juga terlihat dengan 37 SPAM dari 45 unit yang terdampak kini telah aktif kembali, menyuplai air bersih dengan kapasitas 1.445 liter per detik. Pekerjaan pada unit yang tersisa masih menunggu penyesuaian desain teknis sebelum dapat dilanjutkan.

Dukungan Sarana Darurat dan Solusi Jangka Panjang

Menyadari bahwa pemulihan infrastruktur permanen membutuhkan waktu, Kementerian PU juga menyiagakan ratusan sarana darurat untuk menjangkau area yang belum terlayani. Sebanyak 537 unit sarana pendukung, mulai dari instalasi pengolahan air mobile, mobil tangki, hingga toilet portable, telah disebarkan untuk memastikan tidak ada masyarakat yang kekurangan akses air bersih dan sanitasi dasar.

Lebih dari sekadar perbaikan, langkah strategis juga diambil untuk membangun ketahanan air baku jangka panjang. Melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) dan Direktorat Jenderal Cipta Karya, pemerintah mempercepat pembangunan sumur bor di lokasi-lokasi dengan kerusakan jaringan yang parah.

Ditjen SDA saat ini membangun 25 unit sumur bor air dalam, dengan mayoritas (24 unit) terkonsentrasi di Aceh. Sementara itu, Ditjen Cipta Karya mengerjakan 103 unit sumur bor tambahan, yang terdiri dari 17 unit dangkal di Aceh dan 86 unit dalam yang tersebar di ketiga provinsi. Progres pengerjaannya bervariasi, mulai dari yang sudah selesai, sedang dikerjakan, hingga masih dalam tahap survei awal untuk menentukan titik pengeboran yang tepat.

Rangkaian upaya teknis dan logistik yang padat ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam menangani krisis, tidak hanya berfokus pada pemulihan cepat tetapi juga pada penyiapan fondasi yang lebih kokoh untuk ketahanan air bersih masyarakat Sumatera ke depannya.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar