MURIANETWORK.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap strategi di balik penangkapan Rizal, pejabat tinggi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rizal, yang baru dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat pada 28 Januari 2026, diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap impor barang palsu. Pernyataan Purbaya ini mengungkap bahwa pelantikan dan pembiaran Rizal bertujuan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.
Strategi Pengawasan dan Penangkapan
Menanggapi penangkapan bawahannya, Purbaya menyatakan bahwa pihak Kementerian Keuangan sebenarnya telah memantau indikasi kebocoran di lingkungan Bea Cukai. Alih-alih bertindak cepat, mereka memilih strategi jangka panjang untuk membongkar seluruh jaringan.
"Ya enggak apa-apa. Itu kan kita mengerti ada kebocoran di sana-sini, tapi kalau saya kasih tahu di depan, kan enggak ketahuan tuh safe house-nya," ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Menurut penjelasan Menteri, pelantikan Rizal justru dimanfaatkan agar para tersangka tidak curiga dan tetap beraktivitas normal. Pendekatan ini dinilai krusial untuk melacak aliran dana dan lokasi penyimpanan barang bukti.
"Dengan seperti itu kan mereka enggak curiya, sehingga mereka berbisnis seperti biasa, sehingga safe house-nya ketahuan," lanjut Purbaya.
Artikel Terkait
Korban Tewas Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun 28 Persen
Libur Lebaran 2026, 500 Ribu Lebih Wisatawan Serbu Monas, Ragunan, dan Ancol
Friderica Widyasari Dewi Resmi Dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK Periode 2026-2032
Pemerintah Rampungkan Skema WFH untuk ASN, Tunggu Pengumuman Resmi