Di tengah situasi darurat yang melanda kawasan utara Sumatera, Wakil Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman justru mengalihkan perbincangan. Bukan soal status kedaruratan yang dia soroti, melainkan pentingnya koordinasi dan percepatan penanganan di lapangan. Menurutnya, pemerintah pusat sudah bergerak dengan mengerahkan berbagai bentuk bantuan.
"Menurut saya, saat ini pemerintah daerah masih bisa melaksanakan tugas-tugasnya," ujar Alex kepada wartawan, Senin (1/12/2025).
"Yang dibutuhkan bukan status tetapi pendataan dan koordinasi yang baik dalam masa tanggap darurat."
Dia menambahkan bahwa Bapak Presiden tak tinggal diam. Bantuan dan helikopter sudah dikirim untuk mendistribusikan logistik ke daerah-daerah yang terpencil dan terisolir. Selanjutnya, kementerian teknis diharapkan bisa segera membuka akses jalan yang terputus.
Alex juga turun langsung memantau kondisi di Sumatera Barat. Di sana, dia melihat peran TNI dan Polri cukup signifikan.
"Dalam hal ini TNI dan Polri juga berpartisipasi aktif seperti beberapa lokasi yang saya kunjungi di Sumatera Barat, di mana TNI dan Polri membuka dapur umum dan membuka akses jalan yang tertutup," jelasnya.
"Ini terkait Sumbar. Saya tidak ingin bicara tentang Aceh atau Sumut karena belum berkunjung ke sana."
Meski upaya sudah dilakukan, ternyata masih ada sejumlah titik yang benar-benar sulit dijangkau. Beberapa wilayah di Agam, Tanah Datar, dan Padang Pariaman masih terisolir pasca banjir bandang. Untuk mencapainya, bantuan terpaksa dikirim lewat udara atau menggunakan perahu karet.
"Dalam pembicaraan dengan Pemda dan Pangdam serta Kapolda tadi di Padang juga disampaikan perihal daerah-daerah terisolir seperti di Agam dan Tanah Datar," papar Alex.
"Bantuan dikirim lewat udara dan juga ada yang gunakan perahu karet menyeberangi Danau Singkarak untuk mencapai nagari yang terisolir akibat banjir. Kabupaten yang masih ada daerah terisolir adalah di Agam, Padang Pariaman dan Tanah Datar."
Secara keseluruhan, Alex meyakini bahwa pemerintah dan DPR telah mengerahkan upaya maksimal untuk menangani bencana di tiga provinsi: Sumut, Aceh, dan Sumbar. Upaya percepatan terus digenjot, bahkan seluruh menteri dikerahkan turun ke lokasi.
"Ibu Titiek sebagai Ketua Komisi IV pun turun ke lapangan, kemarin ke Aceh, hari ini ke Sumbar. Ini semua bagian dari percepatan bantuan Pemerintah Pusat untuk korban bencana," pungkasnya.
Data Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Sementara itu, dari sisi korban jiwa, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) memberikan data terbaru. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, korban meninggal di Sumatera Utara mencapai 217 orang.
"Korban jiwa untuk Sumut 217 jiwa yang meninggal dunia, kemudian 209 yang masih hilang," kata Suharyanto dalam jumpa pers, Minggu (30/11).
Di Aceh, jumlah korban tewas tercatat 96 orang dengan 75 lainnya masih dinyatakan hilang. Data ini tersebar di 11 kabupaten/kota.
Sedangkan untuk Sumatera Barat, korban tewas sebanyak 129 jiwa dan 118 lainnya hilang. Meski begitu, kondisi Sumbar disebut sudah lebih pulih dibandingkan Aceh dan Sumut.
"Korban jiwa 129, hilang 118, 16 luka-luka," ujarnya.
Artikel Terkait
Kemensos Salurkan Bantuan Rp 16,7 Miliar untuk Korban Banjir Langkat
BMKG Tegaskan Potensi Gempa M8,7 di Selatan Jawa, Fokus pada Mitigasi Bukan Prediksi
Mendagri Tito Karnavian: Kota Ramah Pejalan Kaki dan Hijau Lebih Hemat dari Subsidi Kesehatan
Kejati Banten Geledah Kantor PT ABM Terkait Dugaan Korupsi