Presiden Prabowo Alokasikan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung Baru MUI

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:35 WIB
Presiden Prabowo Alokasikan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung Baru MUI

MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan telah mengalokasikan sebidang lahan strategis di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, untuk pembangunan gedung baru Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden dalam acara pengukuhan pengurus MUI periode 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7 Februari 2026). Lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi itu rencananya tidak hanya akan dimanfaatkan oleh MUI, tetapi juga dapat dipergunakan oleh berbagai badan dan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya.

Gedung Pencakar Langit untuk Lembaga Umat

Dalam paparannya, Presiden Prabowo memberikan gambaran ambisius mengenai wujud gedung tersebut. Ia bahkan mengajak Menteri Agama untuk merancang bangunan yang menjulang tinggi di lokasi prestisius itu.

"Kita akan bangun gedung, terserah Menteri Agama berapa puluh lantai. Gimana? Rencananya berapa? 40 lantai," ujarnya.

Gagasan ini, menurut penjelasannya, berawal dari permintaan Menteri Agama Nasaruddin Umar beberapa bulan sebelumnya yang menyoroti ketidakjelasan lokasi kantor MUI saat ini. Pernyataan Presiden menegaskan komitmen untuk memberikan tempat yang layak bagi institusi-institusi Islam di pusat ibu kota.

Menjawab Kebutuhan dan Menjadi Simbol

Alokasi lahan ini tidak sekadar memenuhi kebutuhan ruang kerja, tetapi juga dimaksudkan untuk menjadi simbol keberadaan umat Islam di jantung metropolitan Jakarta. Presiden menekankan pentingnya keseimbangan dalam tata ruang kota yang selama ini didominasi oleh pusat komersial.

"'Pak, kantor MUI sekarang enggak jelas di mana.' Saya pun maaf, tidak tahu persis di mana kantor MUI. Tapi nanti, kantor institusi-institusi Islam akan berada di jantungnya Ibu Kota Jakarta ini, di Bundaran HI. Jangan hanya ada hotel mewah, jangan hanya ada mal, nanti ada gedung yang akan diperuntukkan untuk lembaga-lembaga umat Islam," tutur Prabowo.

Dengan demikian, gedung yang direncanakan diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas dan koordinasi bagi berbagai elemen masyarakat Muslim, mulai dari Badan Zakat Nasional hingga organisasi massa Islam yang membutuhkan ruang.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar