Menjawab Kebutuhan dan Menjadi Simbol
Alokasi lahan ini tidak sekadar memenuhi kebutuhan ruang kerja, tetapi juga dimaksudkan untuk menjadi simbol keberadaan umat Islam di jantung metropolitan Jakarta. Presiden menekankan pentingnya keseimbangan dalam tata ruang kota yang selama ini didominasi oleh pusat komersial.
"'Pak, kantor MUI sekarang enggak jelas di mana.' Saya pun maaf, tidak tahu persis di mana kantor MUI. Tapi nanti, kantor institusi-institusi Islam akan berada di jantungnya Ibu Kota Jakarta ini, di Bundaran HI. Jangan hanya ada hotel mewah, jangan hanya ada mal, nanti ada gedung yang akan diperuntukkan untuk lembaga-lembaga umat Islam," tutur Prabowo.
Dengan demikian, gedung yang direncanakan diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas dan koordinasi bagi berbagai elemen masyarakat Muslim, mulai dari Badan Zakat Nasional hingga organisasi massa Islam yang membutuhkan ruang.
Artikel Terkait
Pemerintah Pertimbangkan Relaksasi Produksi Batu Bara dan Nikel Secara Terukur
Jasad Pria yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Terkubur di Lahan Kosong Cikeas
Arus Balik Lebaran 2026: Kedatangan Penumpang di Stasiun Jakarta Capai 52.471 Orang
OJK Prediksi Dua hingga Tiga Bank Naik Kelas ke KBMI 4 pada 2026