MURIANETWORK.COM - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo menargetkan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Modular di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dapat diselesaikan pada minggu pertama bulan Ramadan 2026. Proyek yang ditujukan bagi korban terdampak bencana ini direncanakan menampung 202 kepala keluarga (KK) dengan fasilitas pendukung yang terintegrasi di atas lahan seluas tiga hektare.
Progres Pembangunan Sesuai Jadwal
Berdasarkan pantauan di lapangan, progres konstruksi hingga saat ini masih berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Metode pembangunan menggunakan sistem modular baja prefabrikasi dinilai mampu mempercepat proses pengerjaan. Rencananya, kompleks hunian ini akan terdiri dari 19 blok dengan total luas bangunan hampir 5.000 meter persegi.
Dody Hanggodo menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek tepat waktu. Dalam keterangan resminya, ia menyampaikan optimisme bahwa masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian tersebut.
"Progresnya masih sesuai schedule. Insyaallah minggu pertama Ramadan ini bisa selesai total untuk 202 KK. Lokasi ini luasnya sekitar 3 hektare, dan sebagian besar akan kita manfaatkan sebagai ruang terbuka hijau, ada tempat bermain, tempat ibadah, dan fasilitas publik lainnya," jelasnya.
Fasilitas Lengkap dan Ramah Lingkungan
Perencanaan Huntara Modular di Bener Meriah tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal darurat. Desain kawasan dirancang secara komprehensif untuk menciptakan lingkungan hunian yang layak dan berkelanjutan, meski bersifat sementara. Setiap unit dilengkapi dengan fasilitas sanitasi pribadi, termasuk shower dan kloset.
Secara khusus, pemerintah juga menyiapkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dengan menyediakan empat unit hunian dan toilet yang ramah difabel. Dari sisi utilitas, kebutuhan air bersih akan dipasok dari sumur bor sedalam 52 meter, sementara pengolahan air limbah menggunakan sistem biotank untuk meminimalisir dampak lingkungan. Pasokan listrik telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero).
Kesiapan Penghuni dan Tahap Selanjutnya
Aspek sosial dari proyek ini juga telah dipersiapkan. Pemerintah menyatakan bahwa proses identifikasi dan pendataan calon penghuni telah selesai, sehingga relokasi dapat segera dilakukan begitu Huntara dinyatakan siap huni.
"Calon penghuninya sudah siap. Harapannya di awal-awal Ramadan masyarakat yang terdampak sudah bisa langsung menghuni. Saat ini memang masih on progress, tapi kita akan kejar agar selesai tepat waktu," tutur Dody.
Keberadaan area multifungsi, mushola, area parkir, dan ruang terbuka hijau diharapkan dapat mendukung aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat, terutama dalam menyambut bulan Ramadan. Pembangunan Huntara Modular ini merupakan bagian dari fase tanggap darurat, dengan komitmen jangka panjang Kementerian PUPR untuk mempersiapkan transisi menuju pembangunan hunian tetap yang lebih permanen dan berkelanjutan bagi warga Aceh.
Artikel Terkait
MNC Tourism Gelar Topping Off dan Groundbreaking Proyek Baru di Lido City
Menkeu Ungkap Strategi di Balik Penangkapan Pejabat Bea Cukai oleh KPK
Presiden Prabowo Tegaskan Persatuan Ulama-Umara Kunci Kemakmuran Indonesia
BSI Fokus Ekspansi, Pembagian Dividen Tak Jadi Prioritas