Atmosfer di Estadio Metropolitano Rabu dini hari itu benar-benar tak terlupakan. Di hadapan lebih dari 55 ribu pasang mata, Timnas Spanyol menulis sejarah lagi. Mereka mengamankan gelar UEFA Women's Nations League untuk kedua kalinya berturut-turut, setelah menaklukkan Jerman dengan agregat telak 3-0.
Leg pertama di kandang Jerman berakhir tanpa gol. Namun begitu, situasi itu justru membuat La Roja tampil lebih beringas di pertandingan penentuan. Claudia Pina jadi bintang dengan dua golnya, disusul satu gol dari Vicky Lopez di babak kedua. Mereka mengubur harapan Giulia Gwinn dan kawan-kawan yang sudah lama menanti trofi sejak 2020.
Yang bikin malam itu istimewa bukan cuma skornya. Rekor penonton dalam laga kandang Timnas Spanyol pecah. Sebanyak 55.843 suporter memenuhi tribun, menciptakan energi yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Alexia Putellas, sang kapten, terlihat begitu tersentuh. Matanya berkaca-kaca mendengar sorak-sorai yang tak henti.
"Ini adalah salah satu malam magis yang pernah kami rasakan, salah satu yang terbaik dalam karier saya. Terima kasih banyak untuk semua orang yang telah datang mendukung kami," ujarnya penuh perasaan.
Bagi Putellas, momen ini adalah puncak dari perjalanan panjangnya bersama timnas. "Di titik ini, beberapa dari kami sudah bermain di tim nasional selama 13 tahun, dan kami tidak pernah membayangkan ini. Ini jadi bukti (kesuksesan) dari apa yang kami lakukan untuk sepak bola wanita Spanyol," tambahnya.
Memang, dua sampai tiga tahun terakhir ini seperti mimpi yang jadi kenyataan bagi sepak bola wanita Spanyol. Mereka tak hanya juara Piala Dunia 2023 dan runner-up Euro 2025, tapi kini juga menguasai Nations League dua musim beruntun. Sebuah dominasi yang nyaris sempurna.
Di sisi lain, pesan Putellas di akhir wawancara mungkin yang paling menyentuh. "Kami akan terus menginspirasi anak perempuan dan laki-laki untuk berjuang meraih mimpinya, yang kadang-kadang bisa terwujud," katanya. Sebuah pengingat sederhana bahwa semua kerja keras dan keyakinan itu, pada akhirnya, membuahkan hasil.
Artikel Terkait
Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur: 15 Tewas, 91 Luka-luka
Jalur Kereta di Stasiun Bekasi Timur Kembali Beroperasi Usai Kecelakaan, Kecepatan Dibatasi
Guru Ngaji di Tangerang Diciduk Polisi, Cabuli Empat Murid dengan Modus Pengusiran Jin
Bupati Lampung Tengah Nonaktif Ardito Wijaya Dipindahkan ke Lapas Lampung Jelang Sidang Perdana