Ia menambahkan bahwa portofolio investasi ini dirancang untuk mendukung program-program prioritas pemerintah. "Kita ketahui investasi hilirisasi yang pertama di bidang smelter alumunium, nilainya kurang lebih USD3 miliar, dan juga pada bioavtur, kemudian juga ada bioetanol, kemudian ada garam dan juga integrated peternakan ayam. Tentunya ini juga akan sangat mendukung program-program pemerintah lainnya," tuturnya.
Keterkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis
Rosan Roeslani secara khusus memaparkan alasan strategis di balik investasi di sektor peternakan ayam terintegrasi. Proyek ini memiliki kaitan erat dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digalakkan pemerintah, yang nantinya akan menyentuh lebih dari 82 juta penerima manfaat.
Menurutnya, lonjakan permintaan akibat program tersebut harus diantisipasi dengan meningkatkan kapasitas produksi sejak dini. Jika tidak, dapat terjadi ketidakseimbangan pasar yang berujung pada kenaikan harga.
"Sehingga kebutuhan ayamnya akan meningkat secara signifikan. Kalau kita tidak antisipasi, harga telur, harga ayam, ini akan meningkat bisa secara signifikan kalau kita tidak antisipasi dari sekarang," ungkap Rosan.
Dengan dimulainya groundbreaking ini, pemerintah melalui Danantara menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam menarik investasi besar, tetapi juga dalam mengarahkannya untuk menjawab kebutuhan mendasar dan strategis nasional, sambil membuka ribuan peluang kerja baru di berbagai penjuru tanah air.
Artikel Terkait
Keluarga Ungkap Riwayat KDRT dan Keguguran Berulang Anggi, Korban Pembunuhan Mantan Suami Siri
Iran Luncurkan Ratusan Rudal ke Tel Aviv dan Pangkasan AS-Inggris di Diego Garcia
Menteri AS: Harga Minyak USD100 Belum Tekan Permintaan, Pasokan ke Asia Jadi Prioritas
Penyidikan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS oleh Empat Prajurit TNI Masih Berjalan