MURIANETWORK.COM - Harga sejumlah komoditas pangan pokok mengalami penurunan pada Jumat, 6 Februari 2026, meski pergerakannya bervariasi antar jenis barang. Data harian dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan tren penurunan yang lebih dominan, terutama pada kelompok cabai, jagung, dan beberapa jenis ikan, memberikan sedikit kelegaan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Beras: Tren Turun dengan Pengecualian Tertentu
Di kelompok beras, sebagian besar jenis tercatat mengalami penurunan harga, meski tipis. Beras premium turun 0,17 persen menjadi Rp15.571 per kilogram, sementara beras medium turun 0,66 persen menjadi Rp13.318 per kg. Beras medium non SPHP juga mengalami penurunan sebesar 0,37 persen.
Namun, ada dua jenis yang justru mengalami kenaikan. Beras SPHP naik sangat tipis 0,01 persen, dan beras khusus lokal mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar 1,76 persen, menandakan adanya dinamika permintaan yang berbeda untuk produk-produk spesifik ini.
Komoditas Hortikultura dan Bahan Pokok Lainnya
Penurunan harga terlihat lebih jelas pada sejumlah komoditas hortikultura dan bumbu dapur. Jagung, misalnya, turun cukup tajam sebesar 6,62 persen. Bawang merah dan bawang putih masing-masing turun 4,21 persen dan 1,25 persen.
Kelompok cabai menunjukkan tren penurunan yang merata. Cabai merah besar turun 5,62 persen, cabai merah keriting turun 3,50 persen, dan cabai rawit merah turun 3,74 persen. Penurunan ini dapat menjadi indikasi membaiknya pasokan dari sentra produksi.
Protein Hewani dan Bahan Pokok Pendukung
Pada sisi protein hewani, harga daging sapi murni, daging ayam ras, dan telur ayam ras semuanya tercatat turun, meski dalam persentase yang relatif kecil. Penurunan terbesar pada kelompok ini justru terjadi pada daging kerbau beku, yang turun 6,67 persen.
Sementara itu, bahan pokok pendukung seperti minyak goreng, baik kemasan maupun curah, serta tepung terigu, juga mengalami penurunan harga. Harga gula konsumsi justru naik sangat tipis, sementara ikan kembung mencatat kenaikan 1,89 persen, berbeda dengan tren penurunan pada ikan tongkol dan bandeng.
Data pergerakan harga harian ini memberikan gambaran situasi pasar yang fluktuatif, di mana interaksi antara pasokan, distribusi, dan permintaan terus menentukan harga di tingkat konsumen. Pemantauan rutin seperti ini penting untuk memahami pola dan mengantisipasi gejolak yang mungkin terjadi.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Sebut Pegawai Pajak dan Bea Cukai Pakai Rompior sebagai Terapi Kejut
Menkeu Purbaya Bantah Risiko Downgrade Moodys, Sebut Fundamental Ekonomi Menguat
ICMSS ke-25 Soroti Pentingnya Ketahanan Mental dan Analisis Mendalam bagi Investor Muda
Pegadaian Targetkan Antrean Pengambilan Emas Fisik Tuntas Akhir Februari 2026