Dari sisi lapangan usaha, hampir seluruh sektor ekonomi mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal IV 2025. Satu-satunya pengecualian adalah sektor pertambangan yang masih mengalami kontraksi. Meski demikian, lima lapangan usaha utama tetap menjadi penyangga utama perekonomian nasional.
Lima sektor tersebut industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan secara kolektif menyumbang 63,09 persen terhadap total PDB Indonesia. Kontribusi besar dari kelompok sektor strategis ini menjadi fondasi penting bagi stabilitas pertumbuhan.
Amalia Adininggar Widyasanti menggarisbawahi peran krusial sektor-sektor tersebut. "Kontribusi besar dari sektor-sektor utama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional pada akhir 2025," ungkapnya.
Gambaran Kumulatif dan Prospek
Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai Rp23.821,1 triliun (ADHB) dan Rp13.580,5 triliun (ADHK). Angka pertumbuhan kumulatif 5,11 persen ini, di tengah dinamika global yang bergejolak, mencerminkan ketahanan struktur ekonomi domestik. Analisis terhadap data ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan di sektor tertentu seperti pertambangan, dorongan dari sektor industri, perdagangan, dan pertanian telah berhasil menjaga laju pertumbuhan tetap berada di jalur yang positif.
Artikel Terkait
Menhub Fokuskan Strategi Antisipasi Lonjakan Arus Balik 2026 di Bakauheni
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 51.015 Penumpang Tiba di Jakarta dalam Sehari
124 Perusahaan Angkutan Baru Kena Sanksi karena Langgar Larangan Truk Saat Mudik
Produksi Grasberg Block Cave Freeport Diprediksi Normal dalam 2-3 Minggu