Nilai ekspor chip semikonduktor Korea Selatan benar-benar meledak di awal tahun 2026. Pada Januari lalu, angka itu mencapai USD20,5 miliar atau setara dengan Rp344 triliun. Yang mencengangkan, ini berarti terjadi lonjakan fantastis sebesar 102,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut laporan Channel News Asia, pencapaian ini bukanlah yang pertama. Posisinya sekarang adalah sebagai nilai ekspor chip bulanan tertinggi kedua sepanjang sejarah negeri itu. Rekor mutlaknya sendiri baru saja tercipta, tepatnya pada Desember 2025, dengan nilai USD20,8 miliar. Jadi, selisihnya pun tak terlalu jauh.
Namun begitu, cerita sukses Korea Selatan di bulan Januari ternyata tak cuma soal chip. Performa ekspor mereka secara keseluruhan justru memecahkan rekor baru. Totalnya melesat 33,9 persen year-on-year, menjadi USD65,85 miliar atau kira-kira Rp1.100 triliun. Itu adalah angka tertinggi yang pernah dicatat untuk bulan Januari.
Di sisi lain, impor juga ikut naik, meski lebih pelan, yaitu sebesar 11,7 persen menjadi USD57,11 miliar. Kombinasi itu menghasilkan surplus perdagangan yang cukup sehat, sekitar USD8,74 miliar untuk bulan tersebut.
Kalau dirinci, pertumbuhannya memang cukup merata. Dari 15 komoditas ekspor utama mereka, hanya dua yang stagnan. Sebanyak 13 produk lainnya menunjukkan tren positif. Gambaran ini jelas menunjukkan momentum kuat yang sedang dibangun oleh salah satu raksasa teknologi Asia tersebut.
Artikel Terkait
Dua Sekolah Dasar Bandung Ukir Sejarah di MilkLife Soccer Challenge
MUI Buka Suara: Emas Digital Boleh, Asal Tak Sekadar Angin
Lippo Mall Puri Hadirkan Taman Bunga Raksasa Sambut Imlek 2026
Cahaya Kembali Terbit: 15 Warga Sukabumi Jalani Operasi Mata Gratis