Di sisi lain, situasinya jadi makin rumit dengan sikap Amerika Serikat. Presiden Donald Trump berulang kali mengancam akan menyerang Iran dalam dua pekan terakhir. Pemicunya adalah demonstrasi anti-pemerintah yang berujung ricuh dan menewaskan ribuan orang.
Tapi Trump juga terkesan mendua. Dia masih berharap negosiasi nuklir bisa dilanjutkan.
“Tapi lihat, rencananya adalah (Iran) sedang berbicara dengan kita. Kita akan lihat apakah kita bisa melakukan sesuatu. Jika tidak, kita akan lihat apa yang terjadi,” kata Trump dalam wawancaranya dengan Fox News.
Namun begitu, ancaman militernya tak surut. Dia bahkan menyebut armada besar AS sedang bergerak ke wilayah tersebut. “Lebih besar daripada yang kita miliki dan sebenarnya masih kita miliki terhadap Venezuela,” ujarnya, mengulang peringatan yang sudah beberapa kali disampaikan.
Jadi, ketegangan di Timur Tengah sekali lagi memanas. Iran mengancam Israel, sementara Washington sendiri masih bermain di dua kaki: antara berunding dan menekan. Semuanya sekarang tergantung pada langkah selanjutnya dari masing-masing pihak.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026