Di sisi lain, pasokan justru terbatas. Gangguan produksi di sejumlah tambang besar dunia turut membuat harga terdorong ke atas. Fluktuasi nilai tukar juga disebut-sebut punya pengaruh.
Tommy menambahkan, kenaikan ini sejalan dengan tren harga mineral penyusunnya. "Sepanjang periode pengumpulan data, tercatat harga tembaga naik 4,01 persen, emas naik 4,82 persen, dan perak naik 17,99 persen," paparnya.
Nah, untuk emas sendiri, ceritanya agak mirip. Meningkatnya permintaan global jadi kuncinya. Tommy menyebut ada beberapa faktor kompleks di baliknya. "Meningkatnya permintaan global dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi suku bunga, kebijakan moneter negara maju, dan meningkatnya permintaan emas fisik dari sektor perhiasan dan industri," ujarnya.
Proses penetapan angka-angka ini tentu tidak sederhana. Dasarnya adalah masukan teknis dari Kementerian ESDM, yang merujuk data patokan dari bursa komoditas dunia seperti LME untuk tembaga dan LBMA untuk emas serta perak.
Lebih dari itu, prosesnya melibatkan koordinasi yang cukup panjang. Beberapa kementerian duduk bersama, mulai dari Kemenko Perekonomian, Kemendag, ESDM, Keuangan, hingga Perindustrian. Hasil koordinasi itulah yang akhirnya menjadi keputusan resmi yang berlaku untuk dua pekan ke depan.
Artikel Terkait
Jalur Padang-Bukittinggi Siap 24 Jam untuk Mudik Lebaran 2026
Kapolri Tegaskan Persatuan Kunci Hadapi Tantangan di Safari Ramadan Riau
Imsak Jakarta 04.32 WIB, Azan Subuh 04.42 WIB Hari Ini
KJRI Jeddah Fasilitasi Pemulangan 2.248 Jamaah Umrah dalam Dua Hari