Gus Ipul Pastikan Bantuan Rp2 Triliun untuk Korban Bencana Sumatera Tepat Sasaran

- Selasa, 27 Januari 2026 | 14:30 WIB
Gus Ipul Pastikan Bantuan Rp2 Triliun untuk Korban Bencana Sumatera Tepat Sasaran

Bantuan pemerintah untuk korban bencana di Sumatera mulai mengalir. Kementerian Sosial baru saja menyalurkan santunan duka sebesar Rp15 juta kepada 800 ahli waris korban meninggal di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Menurut data terbaru, total penerima santunan kini sudah menyentuh angka 1.140 jiwa.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan prosesnya. “Untuk ahli waris korban meninggal dunia, Kemensos menyalurkan Rp15 juta per korban,” ujarnya pada Selasa (27/1/2026).

“Sisanya disalurkan bertahap menunggu proses verifikasi,” tambahnya.

Namun begitu, bantuan tunai untuk ahli waris hanya satu bagian dari skema penanganan pascabencana yang cukup luas. Pemerintah juga menggelontorkan bantuan isian untuk hunian sementara dan hunian tetap, yang nilainya mencapai Rp3 juta per keluarga. Bantuan ini sendiri telah menjangkau lebih dari 171.000 jiwa yang terdampak di ketiga provinsi tersebut.

Di sisi lain, untuk menyangga kebutuhan sehari-hari, ada jaminan hidup berupa uang lauk pauk. Nilainya Rp450.000 per orang per bulan, diberikan selama tiga bulan. Sasaran program ini cukup besar, yakni lebih dari 500.000 jiwa.

Tak ketinggalan, bantuan penguatan ekonomi juga disiapkan. Bantuan tunai sebesar Rp5 juta per keluarga dialokasikan khusus untuk masyarakat yang kehilangan sumber pencarian akibat bencana.

Lalu, bagaimana mekanisme penyalurannya agar tepat sasaran? Gus Ipul memaparkan, semua berangkat dari satu data nasional yang sumbernya BNPB. Data itu lalu ditetapkan oleh kepala daerah dalam daftar nominatif (BNBA) dan tak lupa divalidasi oleh Kemendagri.

“Setelah data final, bantuan disalurkan lewat Himbara atau Pos Indonesia,” jelas Gus Ipul.

“Tentu kemudian nanti ada proses laporan penyaluran dan kita akan sama-sama untuk bisa mendampingi agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh keluarga penerima manfaat.”

Pendampingan di lapangan ini nantinya melibatkan banyak pihak. SDM Kemensos akan turun bersama pemerintah daerah, dibantu pendamping PKH, Tagana, Pordam, Karang Taruna, dan elemen kesejahteraan sosial lainnya. Tujuannya ganda: memastikan bantuan sampai ke tangan yang benar sekaligus memperkuat sistem pelaporan.

Dari segi anggaran, kebutuhan untuk pemulihan pascabencana di Sumatera ini tidak kecil. Diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 triliun. Gus Ipul mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk menyiapkan dana tersebut secara bertahap.

Menutup penjelasannya, Gus Ipul kembali menegaskan prinsip yang dianut. “Sebagaimana arahan Presiden, kita harapkan penyalurannya cepat tapi tetap prudent, tetap berhati-hati dan tepat sasaran,” katanya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar