Keyakinannya itu punya dasar. Selama sepuluh tahun terakhir, ekonomi Indonesia konsisten tumbuh di atas 5 persen. Inflasi terjaga rendah, sekitar 2 persen. Sementara defisit anggaran pemerintah berhasil ditekan di bawah 3 persen dari PDB. Bagi Prabowo, pengakuan dari lembaga internasional seperti IMF bukanlah sekadar pujian kosong. Itu dibangun dari bukti nyata dan kebijakan yang terukur.
Di sisi lain, ia juga menegaskan kredibilitas Indonesia di mata dunia. Soal utang, misalnya. “Dalam sejarah kami, Indonesia tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Tidak satu kali pun,” tegasnya. Setiap rezim baru, lanjutnya, selalu melanjutkan tanggung jawab membayar utang dari pemerintahan sebelumnya. Itu adalah komitmen yang tak pernah putus.
Puncak paparannya adalah perkenalan “Danantera Indonesia”. Sovereign Wealth Fund atau dana kekayaan kedaulatan yang baru diluncurkan Februari tahun lalu itu sudah mengelola aset senilai satu triliun dolar AS. Nama Danantara, yang berarti ‘energi untuk menggerakkan masa depan Indonesia’, diharapkan menjadi motor baru.
“Dengan Danantara, saya dapat berdiri di sini di hadapan Anda sebagai mitra yang setara,” kata Prabowo.
Pesan penutupnya jelas: Indonesia bukan lagi sekadar negara yang damai dan stabil. Kini, ia semakin menjadi negeri yang penuh peluang.
Artikel Terkait
Dubes Iran Buka Suara: Ribuan Tewas dalam Kerusuhan, Mayoritas Aparat
Duka di Balik Banjir Tangerang: Dua Bocah Tewas Terseret Arus Irigasi
Amukan Petani Bogor: Pagar Perumahan Dibongkar Usai Sawah Terendam Banjir
Dubes Iran di Jakarta Tegaskan Jaminan Keamanan untuk WNI di Tengah Kerusuhan