Di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu siang lalu, Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf memberikan kabar terbaru soal penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, ada 183 personel TNI dan Polri yang akan bertugas sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun depan. Angkanya melonjak drastis, hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
"TNI-Polri hari ini kita ada 183 orang. Tahun kemarin ada 75, berarti ada kenaikan hampir 100 persen lebih," ujar Gus Irfan, sapaan akrab menteri itu.
Lonjakan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak juga sudah menyoroti peningkatan yang signifikan ini. Dia bilang, jumlahnya memang naik lebih dari dua kali lipat.
"Tadi kan sudah disebutkan Pak Menteri ya, ada 185. Jadi tahun lalu sekitar 80, tahun ini 185," kata Dahnil menambahkan.
Lantas, apa yang membuat personel TNI-Polri begitu dibutuhkan? Dahnil membeberkan beberapa keunggulan mereka. Soal kedisiplinan, misalnya. Lalu dedikasi dan pelayanan kepada jemaah yang dinilai sangat tinggi.
"Tingkat kedisiplinannya, tingkat dedikasinya, tingkat pelayanan ke jemaah itu tinggi rata-rata," jelasnya.
"Nah itulah kenapa sebagai bentuk apresiasi kami terhadap para prajurit TNI, Polri yang selama ini banyak membantu tugas-tugas perhajian, itu kami menambah jumlah petugas dari TNI dan Polri," tegas Dahnil.
Saat ini, para personel tersebut sedang menjalani pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Memang, mayoritas akan ditempatkan di pos linjam atau perlindungan jamaah. Tapi Gus Irfan menegaskan, peran mereka lebih luas dari itu.
"Tetapi juga ada beberapa pos lain yang kita tempatkan teman-teman dari TNI-Polri juga. Misalkan pelayanan lansia, kemudian pelayanan konsumsi, juga ada semuanya," paparnya.
Intinya, pemerintah ingin kehadiran TNI-Polri merata di berbagai lini layanan. Mereka tak cuma jadi pengawal, tapi juga tangan-tangan yang membantu di titik-titik lain yang tak kalah penting. Upaya ini, meski jumlahnya bertambah, tujuannya tetap satu: memastikan ibadah haji berjalan lancar dan jemaah merasa aman serta dilayani dengan baik.
Artikel Terkait
Kemensos Percepat Digitalisasi Bansos, Bentuk Tim Lintas Sektor demi Tepat Sasaran
Unhas Kukuhkan Kembali Prof. Jamaluddin Jompa sebagai Rektor Periode 2026-2030
Superbank Gelar RUPST Perdana Pasca-IPO, Catat Laba Sebelum Pajak Rp143,3 Miliar di 2025
Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Kulon Progo Rampung Juni 2026, Tampung 1.080 Siswa