Suasana meriah mewarnai penutupan MilkLife Soccer Challenge Seri 2 di Semarang, Minggu (18/1) lalu. Di Stadion Sidodadi, dua partai final yang sengit mempertemukan tim-tim terbaik untuk kategori usia 10 dan 12 tahun.
Di kategori U-10, SDN Klepu 03 benar-benar tak terbendung. Mereka mencatatkan quattrick gelar juara, atau empat kali berturut-turut! Kemenangan telak 4-0 atas SDN Kalibanteng Kidul 03, yang diantarai oleh permainan apik Shakila Azalia Ardani dan kawan-kawan, semakin menegaskan dominasi mereka. Konsistensi tim ini memang luar biasa.
Sementara itu, di U-12, SDN Sendangmulyo 04 berhasil mempertahankan mahkotanya. Juara bertahan itu tampil solid dan menundukkan SDN Sendangmulyo 02 dengan skor tinggi 6-3. Sebuah pertunjukan menawan yang mengunci gelar untuk tahun kedua mereka.
Bagi Jackson F Tiago, selaku Head Coach MilkLife Soccer Challenge, gelaran ini jauh lebih dari sekadar turnamen biasa. Ia melihatnya sebagai wadah krusial.
“Turnamen MLSC ini penting karena jadi jalan menuju jenjang lebih tinggi. Visinya sederhana: membuka peluang suatu saat nanti mereka bisa kenakan jersey merah putih,” ujar Jackson.
“Mungkin sekarang mereka masih di lingkungan sekolah dan turnamen lokal, tapi inilah jalur yang kami bangun untuk mencapai level Timnas. Siapa tahu, tiga atau empat tahun ke depan, wajah-wajah inilah yang akan kita lihat membela Indonesia,” lanjutnya penuh harap.
Jackson menekankan, pengalaman kompetitif di sini sangat berarti. Bukan cuma soal teknik, tapi juga mental bertanding, kerjasama, dan tentu saja sportivitas. Mulai dari pertandingan utama, uji Skill Challenge, hingga Festival SenengSoccer untuk kategori KU 8, semuanya dirancang sebagai proses pembinaan berkelanjutan.
“Ini bukan cuma menang atau kalah. Ini tentang memberi mereka panggung untuk belajar, berkembang, dan percaya diri. Dari sini, kami bisa identifikasi bibit-bibit yang punya potensi untuk dibina lebih serius, bahkan sampai level nasional. MLSC membangun fondasi nyata untuk masa depan sepak bola putri kita,” tegas Jackson.
Dengan jadwal seri di 12 kota, ia yakin program ini mampu menyaring dan menyiapkan talenta-talenta muda sejak dini.
Pandangan senada diungkapkan Program Director, Teddy Tjahjono. Baginya, penyelenggaraan rutin di Semarang ini adalah bukti komitmen membangun ekosistem sepak bola putri secara bertahap.
“Kami yakin setiap peserta punya potensi luar biasa. MLSC bukan cuma turnamen, ini panggung untuk berlatih, bertanding, dan menanamkan nilai sportivitas,” kata Teddy.
“Lewat ajang ini, kami ingin menyiapkan generasi pesepak bola putri yang tangguh, percaya diri, dan cinta sepak bola sejak kecil. Ini langkah nyata kami untuk mencetak bibit berbakat yang kelak bisa mengharumkan nama bangsa,” imbuhnya.
Dampak positif pembinaan jangka panjang mulai terlihat. Ambil contoh SDN Sendangmulyo 04, yang sudah ikut sejak tahun lalu. Pelatih mereka, Bagas, bilang kuncinya adalah proses dan konsistensi.
“Latihan untuk Alice dan yang lain itu perjalanannya panjang, dari Seri 1 sampai kembali lagi ke Seri 2 ini. Alice dulu kelas 4, sekarang sudah kelas 6. Perkembangan di sepak bola nggak bisa instan. Semua butuh proses, latihan konsisten, dan kesabaran,” ujar Bagas.
Alice Vinorea Putri, pemain andalan yang meraih gelar Best Player, mengamini. Gadis kelahiran Maret 2013 itu tersenyum simpul.
“Memang harus terus berproses dan jangan pantang menyerah, biar bisa menjadi juara dan Best Player terus,” katanya.
Gabungan antara bimbingan pelatih dan semangat anak-anak itulah yang akhirnya mempertahankan prestasi sekolah mereka, sekaligus menegaskan komitmen serius di sepak bola usia dini.
Turnamen di Semarang ini diikuti oleh 1.239 peserta dari 65 SD dan MI. Mereka terbagi dalam 55 tim KU 10 dan 64 tim KU 12. Selain format 7 vs 7, ada juga Skill Challenge yang menguji dribbling, passing, hingga tendangan penalti. Jangan lupa Festival SenengSoccer untuk anak usia 6-8 tahun, yang diikuti 97 peserta dari 20 sekolah, murni untuk menebar kegembiraan mencintai olahraga bola.
Rangkaian MLSC Seri 2 2025/26 masih panjang. Setelah Semarang dan Tangerang, bakal bergulir ke Bandung dan Yogyakarta akhir Januari ini, lalu Solo dan Jakarta pada Februari. Perjalanan berlanjut ke Samarinda, Bekasi, Banjarmasin, Kudus, Surabaya, dan ditutup di Malang pada Mei nanti.
Berikut daftar lengkap pemenang di Semarang:
Kategori Usia 10
- Champion: SDN Klepu 03
- Runner-up: SDN Kalibanteng Kidul 03
- Semifinalis: SDN Kembangarum 1 Mranggen & SD Kembangarum 01 Semarang
- Top Scorer: Shakilla Azalia Ardani - SDN Klepu 01 (31 gol)
- Best Player: Christabel Jocelyn Calista - SDN Kalibanteng Kidul 03
- Best Goalkeeper: Saputri Nurul Azizah - SDN Klepu 03
- Fairplay Team: SDN Kembangarum 2 Semarang
Kategori Usia 12
- Champion: SDN Sendangmulyo 04
- Runner-up: SDN Sendangmulyo 02
- Semifinalis: SDN Karangsono 2 Mranggen & SDN Rejosari 01
- Top Scorer: Janetta Alodya - SDN Sendangmulyo 04 (24 gol)
- Best Player: Alice Vinorea Putri - SDN Sendangmulyo 04
- Best Goalkeeper: Bellvania Shaquila Velosa - SDN Rejosari 01
- Fairplay Team: SDN Klepu 03
Artikel Terkait
Gus Ipul Tinjau STIP Jakarta untuk Persiapan Sekolah Rakyat Baru
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta Sore Ini
Utusan Khusus Presiden Minta Kejagung Latih Perangkat Desa Kelola Dana
DPR Desak Pemerintah Segera Lindungi Dua Kapal Tanker Indonesia Terjebak di Selat Hormuz