Begitu kata Raissa soal pengalaman membawa albumnya ke atas panggung. Antusiasme dan kegugupannya bercampur jadi satu.
Di antara sekian lagu di album, "Baik, Aku Mundur Pelan-Pelan" punya tempat khusus. Raissa bilang, lagu ini punya muatan emosional yang kuat. Ia menggambarkan fase penyangkalan saat patah hati, di mana seseorang berusaha tampak baik-baik saja meski dalamnya bergejolak.
"Di luar terdengar kayak 'Ya udah, aku mundur', tapi sebenarnya banyak banget rasa yang bergejolak,"
Ujarnya. Lagu itu jadi semacam jembatan emosional, menghubungkan fase jatuh cinta dengan bagian album yang lebih rapuh dan mendalam.
Pada akhirnya, lewat tur ini Raissa cuma punya satu harapan sederhana: agar lagu-lagunya bisa jadi teman. Teman bagi siapa saja yang sedang bingung dengan perasaannya sendiri.
"Aku berharap lagu-lagu di album ini bisa jadi teman buat mereka yang sedang bingung dengan perasaannya, dan pelan-pelan menemukan jawabannya,"
Harapannya tulus. Mungkin di Jakarta nanti, harapan itu akan menemui bentuknya yang paling sempurna.
Artikel Terkait
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar
OJK Siapkan Gugatan Perdata sebagai Senjata Terakhir dalam Kasus DSI