Angka itu diprediksi bakal terus membengkak. Apalagi, nantinya akan ada pengelolaan fasilitas, logistik, serta dukungan layanan dari hulu ke hilir yang membutuhkan lebih banyak tangan.
Ini bukan cuma soal mendirikan fisik bangunan semata. Lebih dari itu, program ini dirancang sebagai model pemberdayaan ekonomi pesisir yang inklusif. Targetnya jelas: meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang hidup di tepi pantai sekaligus membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
Rencananya, setelah 65 titik di tahap pertama ini selesai, akan langsung disusul dengan 35 titik lagi pada tahap kedua. Ambisi jangka panjangnya? Membangun hingga 1.000 titik Kampung Nelayan Merah Putih di sepanjang pesisir Indonesia.
Dorongan Presiden untuk mempercepat program ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah menangani isu ketenagakerjaan dan ketahanan pangan secara bersamaan.
Artikel Terkait
Klok Buka Suara Soal Sakit Hati Jelang Duel Panas Persib vs Persija
Pasien Super Flu Meninggal di RSHS, Komorbid Diduga Jadi Pemicu Utama
Dari Puing Kebakaran ke Pasar Global: Kisah Dewi Aminah Bangun Iswara Food
MIND ID dan Pertamina Sepakati Kerja Sama Hilirisasi Batu Bara untuk Tekan Impor LPG