“Kami ingin mereka bijak mengelola penghasilan,” tegas Erick.
Untuk mewujudkan itu, BRI mendatangkan langsung perencana keuangan ternama, Prita Ghozie. Dalam sesinya, Prita membagikan wawasan praktis. Mulai dari cara mengatur arus kas, merencanakan investasi, hingga membangun kebiasaan finansial yang sehat. Intinya, membekali atlet untuk tetap menjadi pemenang dalam kehidupan jangka panjang.
Lalu, seberapa besar sih bonus yang dibicarakan ini? Nilainya cukup signifikan. Atas dasar Kepmenpora Nomor 219 Tahun 2025, atlet perorangan peraih emas mendapat Rp1 miliar. Perak Rp315 juta, dan perunggu Rp157,5 juta. Untuk ganda dan beregu, besaranannya berbeda, tapi tetap menggiurkan.
Tak hanya atlet, pelatih juga mendapat bagian. Pelatih atlet perorangan atau ganda yang membawa emas, misalnya, menerima Rp300 juta. Bahkan untuk pelatih yang membawa medali kedua dan seterusnya, masih ada bonus yang diterima.
Jadi, acara itu bukan sekadar formalitas. Ini adalah upaya konkret. Setelah berjuang mati-matian di lapangan, para atlet kini dibimbing untuk bertarung dalam mengelola kesuksesan finansial mereka. Sebuah langkah penting yang, semoga, bisa menjaga kesejahteraan mereka jauh setelah sorak-sorai di arena mereda.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Insentif Rp570 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi 2025
Tiongkok Larang Drama Pendek Romansa CEO yang Pamer Harta
Pemulihan Pascabencana di Sumatera Dipercepat, Fokus pada Pendidikan dan Rumah Ibadah Jelang Ramadan
Pertamina Sediakan 654 Ribu Liter BBM Gratis untuk Logistik Banjir Bandang Sumatera