Yang menarik, pengumuman ini muncul di saat yang cukup panas. Hanya beberapa jam sebelumnya, Trump justru membuat pasar geger dengan mengkritik habis-habisan kinerja perusahaan pertahanan besar. Kritikannya itu langsung membuat saham-saham sektor pertahanan anjlok.
Dalam unggahan terpisah, ia bersikap keras. Trump mengatakan tidak akan mengizinkan perusahaan-perusahaan itu membeli kembali saham mereka sendiri, apalagi memberikan gaji selangit ke eksekutif dan dividen besar ke pemegang saham. Ia mengecam mereka karena dianggap bergerak lamban dan memasang harga yang terlalu mahal untuk senjata.
Jadi, di satu sisi ia ingin anggaran membengkak, tapi di sisi lain ia menekan para kontraktornya. Sebuah langkah yang kontras, dan tentu saja akan memicu perdebatan sengit di hari-hari mendatang.
Artikel Terkait
Stasiun JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Dukung Lonjakan Pengguna KRL
Gapensi Proyeksikan Kenaikan Biaya Konstruksi hingga 8% Akibat Lonjakan Harga Energi
Prancis Resmi Tarik Seluruh Cadangan Emas dari New York ke Paris
Gubernur DKI Siapkan Beasiswa LPDP Khusus untuk Anak Betawi Berprestasi