Yang menarik, pengumuman ini muncul di saat yang cukup panas. Hanya beberapa jam sebelumnya, Trump justru membuat pasar geger dengan mengkritik habis-habisan kinerja perusahaan pertahanan besar. Kritikannya itu langsung membuat saham-saham sektor pertahanan anjlok.
Dalam unggahan terpisah, ia bersikap keras. Trump mengatakan tidak akan mengizinkan perusahaan-perusahaan itu membeli kembali saham mereka sendiri, apalagi memberikan gaji selangit ke eksekutif dan dividen besar ke pemegang saham. Ia mengecam mereka karena dianggap bergerak lamban dan memasang harga yang terlalu mahal untuk senjata.
Jadi, di satu sisi ia ingin anggaran membengkak, tapi di sisi lain ia menekan para kontraktornya. Sebuah langkah yang kontras, dan tentu saja akan memicu perdebatan sengit di hari-hari mendatang.
Artikel Terkait
China Larang Ekspor ke 20 Perusahaan Jepang, Sebut Ancaman Keamanan Nasional
Anthropic Tuduh Tiga Perusahaan AI China Curi Data untuk Latih Model
Indonesia dan Arm Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kuasai Teknologi Desain Chip
Menhub Proyeksikan Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret