Kalau naik transportasi umum, apalagi di jam sibuk, barang-barang kecil memang gampang banget tertinggal. Nah, LRT Jabodebek punya cerita yang bikin geleng-geleng. Sepanjang tahun 2025, tercatat hampir 7.000 barang penumpang yang tertinggal di kereta atau area stasiun. Kalau dihitung-hitung, total nilainya nyaris menyentuh angka Rp800 juta. Cukup fantastis, bukan?
Barang apa saja yang paling sering ditinggal? Handphone dan tumblr minuman menduduki peringkat teratas. Tapi jangan salah, barang elektronik lain juga banyak. Mulai dari laptop, smartwatch, sampai tempat earphone nirkabel alias TWS kerap jadi "korban" kelalaian penumpang.
Di sisi lain, barang-barang non-elektronik juga tak kalah banyak. Wadah makanan, payung, topi, hingga kacamata dan jam tangan sering terlupakan. Bahkan aksesoris kecil dan kartu uang elektronik pun ikut nimbrung dalam daftar barang temuan.
Menurut Radhitya Mardika, Manager Public Relations LRT Jabodebek, sekitar 50 persen dari barang-barang itu sudah berhasil dikembalikan. Sisanya? Masih ditangani petugas.
"Ada 6.995 barang yang tertinggal dengan estimasi nilai mencapai Rp797,7 juta. Sebanyak 3.399 barang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya,"
ujar Radhitya di Jakarta, Rabu lalu.
Dia menambahkan, dalam suasana padat dan ritme cepat perjalanan harian, mengelola barang bawaan itu penting banget. Ini bukan cuma soal kenyamanan pribadi, tapi juga buat keselamatan bersama.
"Ketika barang bawaan ditempatkan secara tepat, ruang perjalanan dapat tetap berfungsi optimal bagi semua pengguna,"
katanya lagi.
Nah, buat yang khawatir, ada solusi yang ditawarkan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyediakan layanan penitipan barang di Stasiun Halim. Tempatnya buka setiap hari dari pukul 05.00 sampai 23.00 WIB, dengan durasi penitipan maksimal tiga hari.
Layanan ini cukup membantu, terutama buat penumpang yang mau transit atau pindah moda transportasi tanpa repot membawa semua barang ke dalam kereta.
Radhitya bilang, layanan penitipan dan Lost and Found ini adalah bagian dari upaya menciptakan sistem transportasi yang adaptif. Sistem yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat perkotaan.
"Pengaturan bagasi, penitipan barang, hingga layanan barang temuan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, tertib, dan berkelanjutan,"
tutupnya.
Jadi, lain kali naik LRT, cek lagi barang bawaan sebelum turun. Siapa tahu, Anda bisa menghemat ratusan ribu rupiah sekaligus menghemat waktu petugas.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Aturan Sertifikasi Halal untuk Produk AS Tetap Berlaku
Agrinas Impor 105.000 Kendaraan Niaga dari India untuk Dukung Kopdes Merah Putih
Jadwal Imsak Tangerang Raya Seragam Pukul 04.33 WIB pada 23 Februari 2026
Lebaran 2026: Tiket Kereta Jarak Jauh di Jawa Dominasi Pemesanan, Rute Gambir-Yogyakata Paling Laris